Festival Hijau Sinar Mas, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Rabu, 11 Maret 2020, 11:45 WIB

Pilah sampah mulai dari rumah. Edukasi ke warga klaster Victoria River Park dan Greencove, BSD City, Tangerang Selatan. | Sumber Foto:Dok Sinar Mas

AGRONET --  Presiden Joko Widodo pernah mengatakan jika banjir yang terus berulang bukan hanya

disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Banjir juga diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Hal itu berarti budaya memilah sampah perlu ditumbuhkan di ranah keluarga.

Sinar Mas  tidak tinggal diam dengan situasi itu. Melalui salah satu pilar usahanya, Sinar Mas telah melakukan sejumlah kegiatan sebagai upaya mewujudkan Program CSR bidang lingkungan.

Salah satu program adalah Festival Hijau yang rutin diselenggarakan sejak 2004 sebagai upaya mengampanyekan, melatih, membina, dan gerakan moral, penghargaan, serta promosi terhadap semua aspek lingkungan. Kepedulian Sinar Mas terhadap lingkungan tidak hanya berhenti sampai di situ saja.

BERITA TERKAIT

Baru-baru ini, Sinar Mas kembali melakukan aksi nyata untuk membangun budaya memilah sampah.Sinar Mas mulai berupaya membudayakan pilah sampah dari rumah melalui salah satu pilar usahanya pada warga klaster Victoria River Park dan Greencove, BSD City, Tangerang Selatan. Upaya itu dilakukan dengan mengedukasi warga di sana untuk memilah sampah rumah tangga, mengonversinya menjadi uang, dan menyalurkannya untuk masyarakat kurang mampu.

Hingga ujung Februari 2020, warga sudah lima kali berkumpul untuk belajar dan mempraktikkan cara mendaur ulang sampah. Sampah organik mereka jadikan bahan baku pembuatan barang kebutuhan sehari-hari seperti pembersih lantai dan sabun cuci piring. Sementara itu, sampah anorganik dikirim ke pihak pengepul yang akan melakukan daur ulang. Hasil penjualan sampah lantas menjadi dana sosial.

“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kesadaran warga terhadap pentingnya memilah sampah,

khususnya sampah plastik,” kata Ketty, salah seorang warga di Tangerang Selatan, Sabtu (22/02/2020). Ia melanjutkan, kegiatan pilah sampah itu diharapkan menjadi kebiasaan di klusternya dan bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu.

Pentingnya pilah sampah pun kian terasa saat banjir besar melanda Jabodetabek awal Januari 2020. Saat itu, 119 titik di Kota Tangerang Selatan sempat terendam banjir. Banjir tersebut menghasilkan tak kurang dari 130 ton sampah. Menurut Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, sampah rumah tangga mendominasi tumpukan sampah itu.

Saat ini, sudah ada 25 kepala keluarga terlibat dalam awal kegiatan pilah sampah itu, sehingga belum dihitung berapa sampah yang dipilah. Meski demikian, inisiatif untuk membangun budaya peduli lingkungan mulai dari rumah telah mereka mulai sebagai bagian dari keseharian.(234)

BERITA TERKAIT