RNI Siap Berperan Sebagai Offtaker Produk Pertanian

Minggu, 25 April 2021, 10:56 WIB

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi bersama dengan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja Panen raya padi di desa Wanasari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu provinsi Jawa Barat masa tanam 1 tahun 2021. | Sumber Foto:Dok RNI

AGRONET -- Sebagai calon induk holding BUMN pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) berencana untuk mengoptimalkan peran sebagai koordinator klaster pangan dengan menjadi offtaker hasil Pertanian.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi hadiri Panen raya padi di desa Wanasari kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu provinsi Jawa Barat masa tanam 1 tahun 2021.

Arief menambahkan kesiapan RNI sebagai offtaker hasil petani lokal tersebut sejalan dengan visi misi Pemerintah terkait transformasi sektor pangan, khususnya sektor pertanian, melalui peningkatan inklusivitas dan kesejahteraan Petani lokal.

Sebagai calon induk holding pangan, RNI telah mempersiapkan infrastruktur dari hulu hingga hilir untuk penyerapannya, tentunya dengan melibatkan BUMN klaster pangan, seperti PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri sebagai calon Anggota holding klaster pangan yang bergerak dalam bidang pertanian.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menuturkan pihaknya terus memprioritas penanganan panen yang baik sehingga produksi padi yang dicapai optimal atau tidak mengalami losses (kehilangan) yang besar. Untuk itu, terkait luasan panen padi yang over tapi terkendala tenaga kerja, segera disalurkan bantuan mesin panen padi (combine harvester) sehingga tidak terjadi penundaan panen dan gabah yang dihasilkan bernilai jual tinggi.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI merupakan BUMN yang saat ini memprioritaskan aktivitas bisnisnya pada bidang pangan dalam rangka mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Saat ini RNI bersama 8 BUMN pangan lainnya tergabung kedalam BUMN Klaster Pangan. RNI sebagai Ketua Klaster, berperan aktif mendorong sinergi antar BUMN anggota Klaster Pangan guna mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan keberlanjutan pangan Indonesia.

Dalam aktivitas bisnisnya, RNI memiliki 11 Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang agroindustri, alat kesehatan, serta bidang perdagangan dan distribusi dengan jaringan sebanyak 48 cabang yang tersebar di kota besar seluruh Indonesia.

Di tengah pandemi Covid-19, RNI juga berperan aktif dalam penyediaan alat Kesehatan, obat-obatan, serta APD di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, serta di RS BUMN, RS rujukan lainnya dan Instansi yang membutuhkan.

Sekadar informasi, Kementerian BUMN meyakini bahwa holding BUMN pangan akan membantu upaya pemerataan produksi perikanan di Tanah Air. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan holding pangan sektor perikanan akan mendukung ekspansi areal penangkapan ikan dan membangun fasilitas pendukung oleh BUMN.

Terlebih saat ini, ujar Budi Gunadi Sadikin, fasilitas perikanan dinilai masih terkonsentrasi pada wilayah barat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. “Oleh karena itu, holding BUMN akan memperluas wilayah perikanan dan mengembangkan fasilitas pendukung untuk meningkatkan produksi wilayah Indonesia timur," kata Budi.

Senada, Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Imam Paryanto berharap konsolidasi BUMN pangan bisa meningkatkan peran dan kontribusi BUMN terhadap tujuan kebijakan pemerintah, serta mampu bertransformasi lebih kuat dari sisi aset, dana, proses bisnis dan pemanfaatan aset lahan maupun pabrik. (234)