Sandi Octa Susila, Duta Petani Milenial

Kamis, 20 Pebruari 2020, 15:02 WIB

Sandi Petani Milenial | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Di zaman modern ini, di saat kebanyakan pemuda seusianya memilih menjadi profesional di perusahaan atau perkantoran, Sandi Octa tetap memilih menjadi seorang petani. Baginya menjadi seorang petani adalah pekerjaan yang menyenangkan. Bisa dimaklumi mengingat Sandi lahir dari keluarga tani dan kuliah pun di  Fakultas Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tahun 2014 saat libur semester, Sandi Octa yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa  semester lima, menyempatkan pulang ke rumah mengunjungi petani-petani sekitar rumahnya yang menanam berbagai sayuran. Melihat banyak hasil panen kebun sayur tidak maksimal diperjualbelikan, Sandi mengajak para petani sayur berdiskusi, dengan niat membantu mereka memasarkan produk-produk sayuran secara online. Setelah mendapat izin, Sandi mulai mendokumentasikan berbagai sayuran, difoto, diedit dan diunggah satu per satu hasil produksi ayahnya dan para petani untuk dipasarkan secara online melalui indotrading.com. Dari situlah dia mendapat pengalaman pertama.

Sandi membuat caption yang menarik di setiap foto tersebut, serta menambahkan informasi terkait manfaat kesehatan jika mengonsumsi sayuran-sayuran yang dipasarkan. Ia membuat akun bernama Mitra Parahyangan, akun yang digunakan untuk memasarkan produk yang sudah selesai di editnya dan di unggah melalui indotrading.com. Usahanya tersebut, akhirnya mendapat beberapa respon dari konsumen.

Berawal dari menjadi pemasok inilah Sandi mulai mengembangkan usahanya. Modal awal yang ia gunakan sebesar Rp 3 juta, yang diperolehny dari hasil memasok sayuran yang omsetnya mencapai Rp 300 ribu - Rp 500 ribu per dua minggu. Angka yang cukup besar untuk pemasok pemula dan berstatus mahasiswa.

Awalnya, ayah dan keluarganya tidak mengetahui bahwa putranya berbisnis sebagai pemasok sayuran. Ayahnya  baru mengetahui ketika Sandi mengalami kerugian akibat ditipu oleh konsumen yang tidak membayarkan orderannya hingga 135 Juta. Sandi sempat drop dalam waktu yang cukup lama, namun keluarga terus memberikan dukungan dan semangat untuk Sandi agar bisa kembali menjalankan bisnisnya.

Momen kebangkitan itu datang ketika ia mendapat tawaran menyediakan snack pada kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) 2016 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) di IPB Conventin Center (ICC). Dengan modal 130 Juta, hasil yang diterimanya dari panitia sebesar 300 Juta.

Maka doa orang tua dan keluarga pun terwujud. Sandi kembali ke jalur bisnis yang ditekuninya dan lambat laun mengalami kemajuan. Tahun 2016, Sandi mulai berinovasi dengan menghasilkan produk hortikultura yang bervariasi hingga sejumlah 141 Item sayuran, 40 item buah-buahan, dengan total sebanyak 500 item.

Kini Sandi sudah memiliki lebih dari 25 mitra yang ada di Wilayah Bogor untuk memasok hasil pertaniannya. Bukan hanya mitra umum, seperti hotel, restoran dan perusahaan katering, Sandi juga menjalin mitra dengan PTPN VIII yang mempercayakan lahan mereka untuk dikelola.  Secara keseluruhan, Sandi mengelola total 120 hektare lahan sayuran. Selain berafiliasi dengan PTPN, juga lahan swasta serta 8 hektar lahan pribadinya. …

Berkat usaha tersebut mengantarkan dirinya, yang baru berusia 27 tahun, sukses memimpin Mitra Tani Parahyangan (MTP) perusahaan yang didirikannya, bergerak di bidang holtikultura sayuran, membina sekitar 350 orang petani. Motto “mitra bersama” yang dimiliki Mitra Tani Parahyangan mengandung arti mandiri, integeritas, totalitas, peduli, amanah, dan bersama mewujudkan.

Mitra Tani Parahyangan binaan Sandi telah berhasil menarik begitu banyak konsumen dari kalangan bisnis. Royal Padjadjaran Hotel, Bogor  salah satunya.  “Dari sekitar 10 supplier yang masuk ke Royal Padjadjaran, setelah saya bandingkan ternyata Mitra Tani Parahyangan yang terbaik. Sayur dan buahnya bagus, pengirimannya juga tepat waktu, dan dari segi harga itu paling murah di antara yang lainnya,” terang Rahmat Ali Surahman, Executive Chef Royal Padjadjaran Hotel.

Kerja sama yang dijalin dengan berbagai mitra ini, membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Setiap bulan Sandi bisa meraih omset sebanyak 500-800 Juta. Meski begitu, Sandi tidak cepat berpuas diri. Ia memiliki tekad untuk terus mengembangkan bisnis pertaniannya. Pasar ekspor pun kini sudah diraihnya. “Tanggal 17 Februari 2020, kami akan mengekspor sebanyak kurang lebih 45 item sayuran ke Qatar Timur Tengah. Ini kali kedua kami mengekspor ke Timur Tengah. Sebelumnya di tanggal 26 Januari 2020 dengan item sayuran sebanyak 43 item,” ungkapnya.

Keberhasilan Sandi, menjadikannya tulang punggung keluarga, termasuk membiayai kuliah adiknya. Bukan hanya itu, para petani yang dibina oleh Sandi pun mendapat banyak manfaat. Dari Sandi, mereka mengenal cara bercocok tanam yang lebih baik, dan tentu saja mendapatkan keuntungan penjualan yang jauh lebih tinggi ketimbang di pasaran.

Atas hasil kerja kerasnya, pada tahun 2019 lalu pemuda asal Cianjur itu dinobatkan sebagai Duta Petani Millenial oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Penghargaan yang bukan hanya membanggakan tetapi juga memberinya tanggung jawab besar menjadi teladan anak muda seluruh penjuru negeri. (234)