Rizal Fahreza : Petani Jeruk Garut, Duta Petani Asean

Sabtu, 16 Mei 2020, 10:08 WIB

Terlahir dan besar di Garut Jawa Barat, Rizal Fahreza tergiur untuk menekuni dan memulai bisnis di bidang pertanian, fokus pada jeruk Garut. | Sumber Foto:Dok info-alumni IPB

AGRONET -- Terlahir dan besar di Garut, Jawa Barat, Rizal Fahreza terobsesi untuk menekuni dan memulai bisnis di bidang pertanian fokus pada jeruk. Baginya, bertanam dan berbisnis jeruk merupakan peluang yang besar dan menjanjikan. Senang dan akan menjadi kebanggaan tersendiri baginya jika bisa melestarikan jeruk garut, kebanggaan kotanya.

Pemuda yang menimba ilmu dan telah menjadi alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merintis kebun jeruknya sendiri sejak masih kuliah di tahun 2013, dengan menanam 1.400 pohon jeruk jenis siam asal Garut di lahan 2,2 hektare. Sebagian lahan miliknya dan sebagian lagi diperolehnya melalui sewa lahan dengan sistem bagi hasil. Rizal menggandeng 17 petani hortikultura di enam kecamatan di Garut. Panen perdana dilakukannya di tahun 2016. Kini generasi milenial usia 29 tahun ini bisa memanen rata-rata 5-10 kg jeruk dari setiap pohon per tahun.

Rizal memiliki misi mencetak Milenial Oranye untuk mengembalikan kejayaan jeruk Garut dan menuju ekspor jeruk Garut di tahun 2023. Ia menjalin jejaring kerjasama, menerapkan ilmu yang diperoleh agar dapat memanen jeruk yang benar-benar bermutu. Menurutnya, usia pohon jeruk bisa tetap berproduksi hingga 10 tahun, dengan puncak tertinggi tahun ke lima hingga ke enam. Setelah 10 tahun, pohon harus dicabut.

Untuk memastikan kualitas jeruknya, Rizal menggunakan alat sederhana yang dapat mengetahui kadar air dan tingkat kemanisan jeruk yang didapatnya ketika berkesempatan ke California. Memanfaatkan kesempatan sekolah di Amerika dengan fokus pendidikan Bisnis Pertanian.

BERITA TERKAIT

“Petani di Indonesia belum terbiasa dengan kualitas. Ini merupakan budaya yang sedikit demi sedikit harus diubah. Saya berencana mengembangkan jenis jeruk lainnya, karena saya bangga menjadi petani,” ungkap Rizal.

Pada bulan Februari 2017, Rizal mulai membuka kebunnya untuk dikunjungi masyarakat umum dengan konsep kebun edukasi dan agrowisata yang dikenal dengan nama Eptilu. Di kebun yang berlokasi di Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, itu para pengunjung dapat memetik sendiri buah jeruk yang sudah matang,  bisa ber swafoto. Kebun Eptilu bahkan telah menjadi lokasi shooting.

Setelah dipetik, pengunjung menimbang hasil petik lalu membayarnya di kasir. Rizal membandrol harga jual jeruk Rp20.000 per kg. Dengan konsep kebun edukasi dan agrowisata itu Rizal mampu menjual hasil panen hingga 600 kg jeruk per bulan. 

Agrowisata sebenarnya adalah upaya Rizal untuk mengenalkan betapa indahnya wirausaha di bidang pertanian dan betapa menariknya proses bisnis pertanian. 

Usaha Rizal bergerak dari hulu ke hilir. Kini jeruk yang dikenal dengan jeruk Eptilu telah mampu menembus pasar katering, koperasi karyawan lembaga badan usaha milik negara, dan hotel bintang lima di kawasan Jakarta – Bogor. Kebijakan pemerintah yang mengharuskan hotel bintang lima menggunakan 75 persen buah lokal kepada konsumennya menjadi angin segar dan menjadi potensi dan peluang besar baginya.

Berbagai prestasi dan penghargaan telah dicapai Rizal. Diantaranya penobatan wirausaha muda berprestasi tingkat nasional dari Kemenpora tahun 2016 dan juga menjadi delegasi Indonesia pada The 2nd Youth Leadhership Program in Agriculture for Belt and Road (South-South Coorporation), 24-25 April tahun lalu di Beijing.

Saat ini Rizal menjadi Duta Petani Asean yang penobatannya diberikan pada acara  “THE ASEAN YOUNG SUCCESS FARMER” pada tahun 2018 di Philipina. Semua pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rizal. Menggeluti wirausaha bidang pertanian bisa mengantarkan dirinya meraih kesuksesan meski ia berasal dari keluarga petani sayur dan buah. “Bangga bisa mengharumkan nama Indonesia di bidang pertanian,’ ujarnya.

Saat kunjungan ke Agrowisata Eptilu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan langsung sanjungannya kepada Rizal, "Saya sangat bangga dengan apa yang telah ditorehkan dan diraih oleh Rizal. Sudah saatnya dunia pertanian diisi oleh generasi millenial yang kreatif, inovatif dan memiliki daya saing tinggi. Melalui berbagai inovasi kita harus mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian. Sektor pertanian sangatlah potensial dan menjanjikan, ini sudah dibuktikan oleh Rizal.”

Rizal merupakan salah satu dari sekian banyak generasi muda yang sukses dan mampu bersaing di bidang pertanian. "Kita akan terus cetak banyak enterpreneur pertanian milenial di tempat lainnya di seluruh Indonesia. Kita akan cetak banyak generasi muda yang maju, mandiri dan modern d bidang pertanian,” janjinya. (234)

BERITA TERKAIT