Jatu Barmawati, Founder dan CEO Ayomart : Pertanian itu Semakin Ditekuni Semakin Menggairahkan

Rabu, 17 Pebruari 2021, 10:54 WIB

Jatu Barmawati, Founder dan CEO Ayomart | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Anggapan miring terhadap profesi petani yang identik dengan kuno, kotor, kumuh, tidak menghasilkan banyak uang berhasil di tepis oleh Jatu Barmawati. Wanita berusia 29 tahun ini menjalani profesi yang mampu membuatnya menjadi sarjana pertanian UGM.

Jatu bertekad menjawab tantangan yang umumnya menganggap pekerjaan pertanian dilecehkan, terlebih lagi untuk seorang wanita. “Setelah saya lulus kuliah, image miring profesi petani menjadi tantangan, motivasi dan juga peluang untuk dapat mengembangkan diri saya pribadi dan merubah mindset orang sekitar,” kisah Jatu.

Terlahir dari seorang petani di pinggiran Lampung. Ia menjelma menjadi seorang wirausaha pertanian milenial yang telah sukses mengekspor manggis ke wilayah Eropa.

Menurutnya, pertanian itu sustainability sexy, semakin ditekuni semakin penasaran dan menggairahkan. Awalnya, Jatu memberanikan terjun ke dunia pertanian karena memelihat usaha pertanian yang dikelola ayahnya. Dari itulah ia pun tergugah melanjutkan pendidikannya di jurusan pertanian hingga akhirnya mampu menjadi eksportir wanita muda yang cukup dibilang sukses.

BERITA TERKAIT

Rasa penasaran untuk terjun dalam bisnis ekspor produk pertanian semakin tinggi. Memberanikan diri untuk mengirim sample manggis ke buyer dan langsung diterima dengan baik menambah optimisme Jatu. Akhirnya orderan turun untuk mengekspor manggis ke Eropa, khususnya Belanda. Kini usahanya pun semakin berkembang. Dari 1 kg manggis Jatu mampu mencampai omset 5-6 Euro.

Presdir PT Mitra Eksotik Asia ini bercerita produk ekspornya. “Jenis buahnya manggis, rambutan, buah naga. Vegetable-nya petai, jengkol, melinjo. Tujuan terutama ke Belanda, Perancis, Swiss, juga Jerman. Jeruk purut ke Perancis. Sebenarnya Perancis itu bagus untuk produk eksotik Indonesia. Cuma karena airfreight begitu (mahal, Red.), jadi ya kurang kompetitif,” pungkasnya.

Kesuksesan itulah yang menjadikan Jatu terpilih menjadi salah satu dari 67 Duta Petani Milenial (DPM)/Duta Petani Andalan (DPA) Kementan. Terpilihnya Jatu menjadi Duta Petani Milenial memberi peluang tersendiri, karena jaringannya semakin luas. Menjadi salah satu DPM membuat Jatu mendapatkan banyak sekali teman dari berbagai provinsi. Termasuk yang siap mendukung dan mengembangkan kerjasama di sektor pertanian, ekspor khususnya. “Dan ini berarti cuan,” celotehnya. Namun, ia tak ingin meraih kesuksesan sendiri. Bersama beberapa rekan DPM/DPA ia berkomitmen untuk mentransfer ilmu dan kesuksesannya dengan pemuda/pemudi di pedesaan yang akan menjadi sasaran program YESS.

Di sisi lain, bersama Duta Petani Milenial (DPM) yang lain, Jatu tidak tinggal diam dalam menyikapi pandemi virus COVID-19 yang tengah menyerang hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Sebuah inisiasi baik yang mereka luncurkan yaitu program layanan online “AYOMART” yang siap memasarkan kebutuhan pangan masyarakat dari petani langsung.

"Sekarang kan kebijakanya work from home. Nah, untuk memenuhi kebutuhan di rumah, kami sudah siapkan melalui toko online bernama Ayomart," ujar Jatu Barmawati, founder dan CEO Ayomart dalam rilisnya kepada media.

Ayomart merupakan gerakan bersama sekaligus aksi nyata dari para duta petani milenial ( DPM) Kementerian Pertanian, untuk menghadapi corona. Kehadiran Ayomart pun diharapkan bisa menunjang ketersediaan bahan pokok selama menjalankan kebijakan pemerintah pusat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. 

“Teman-teman DPM yang punya produk bisa dikoordinir dan kemudian akan kami display di web ayomart.id, untuk barang di area sekitar jabodetabek bisa di drop ke packing house saya lalu disebarkan ke konsumen melalui titik terdekat," ujar Jatu. 

Ayomart menyediakan 160 komoditas utama, seperti brokoli, kacang panjang, kangkung, labu siam, cabai, tomat, hingga bawang. Plartform ini menyediakan pula aneka ragam buah, seperti alpukat, jeruk, manggis, pisang, salak, dan sirsak. "Untuk pemesanan, masyarakat cukup dengan membuka website kami atau melalui sambungan customer service. Setelah itu mengisi formulir pemesanan, melakukan pembayaran ke nomor rekening. Selanjutnya tinggal menunggu barang datang," paparnya.

Jatu mengklaim Ayomart juga memudahkan konsumen dengan konsep end-to-end market, yang bisa diakses semua orang. "Sementara ini kami fokus dulu di Jakarta yang memiliki korban Covid-19 tertinggi di Indonesia. Ke depannya kami ingin seluruh DPM bisa membuka cabang Ayomart di masing-masing lokasi agar dapat mempermudah akses supply chain," katanya.

Ia menilai, hasil panen komoditas pertanian yang ditanam petani Indonesia memiliki kualitas dan mutu yang sangat baik. Dengan adanya penanganan dan pengelolaan yang lebih baik, Jatu makin yakin produk pertanian Indonesia tidak kalah bersaing dengañ negara lain. “Saya pun mencoba mengikuti pelatihan eksportir, karena menurut saya produk pertanian Indonesia harus dikenal dan menguasai pasar internasional,” ungkap Jatu optimis.(234)

BERITA TERKAIT