Fathur, Duta Petani Milenial Asal Maluku : Produksi Benih Raih Omset Puluhan Juta

Selasa, 19 Oktober 2021, 09:45 WIB

Duta Petani Milenial Maluku, Fathur sedang berada di Toko Pertanian miliknya | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki peranan dalam menyediakan pangan bagi 276 juta jiwa penduduk Indonesia.  Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomiten untuk menyiapkan generasi milenial yang siap membangun Indonesia.

Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa pengungkit utama sektor pertanian adalah SDM yang mumpuni.  Berbagai program dan kegiatan dijalankan oleh BPPSDMP Kementan, seperti Program Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA). 

Program DPM dan DPA yang memberi imbas positif bagi keberlangsungan pertanian di seluruh penjuru tanah air.  Contoh kasus di Maluku, berawal dari keluhan para petani yang selalu kesusahan dalam mendapatkan benih yang unggul dan bermutu, Duta Petani Milenial (DPM) Muhammad Fathurahman mencari solusi untuk menyelesaikan keluhan dan permasalah petani pada budi daya tanaman padi.

Sebagai Generasi muda, Fathur telah menjalankan salah satu peranan seorang DPM yaitu mampu melakukan analisa terhadap lingkungan sekitar agar bisa menciptakan sesuatu yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat.  Fathur telah menjalankan usaha memproduksi benih padi sejak tahun 2008.  “Membantu para petani untuk mendapatkan benih unggul dan bermutu,” tujuannya hanya itu.

Membantu, sebuah pekerjaan mulia yang tak hanya bermanfaat bagi para petani, tapi juga bernilai ibadah.  “Sejak dulu saya selalu berfikir untuk mencari cara agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di kampung saya.  Hingga memberanikan diri memproduksi benih yang bermutu dengan harga yang terjangkau” rinci Fathur.

Apa yang terfikir dan terwujudkan kini memperoleh hasil yang luar biasa.  Fathur merasa sangat bersyukur karena sejak tahun mulai produksi sampai sekarang, ia bisa memenuhi kebutuhan benih petani yang ada di Kabuptennya hingga merambah ke kabupaten-kabupaten yang lain.

Selain itu dari aksi yang dilakukan, Fathur dapat melihat hasil yang ia kembangkan dapat bermanfaat bagi petani. Di Tahun 2018, Fathur kembali mengembangkan bidang usahanya untuk memenuhi sarana produksi pertanian dengan cara membuat Toko pertanian dengan nama Toko Putra Tani dengan tujuan untuk kembali memudahkan petani mendapatkan pupuk dan obat-obatan pertanian.

Meski hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) namun tekad untuk membantu menyelesaikan permasalahan para petani di sekitarnya kini membuahkan hasil. Ia sudah sukses meraup omset 50 hingga 70 juta perbulan dari toko pertanian serta permusim dari penangkaran benih diperoleh 45 sampai 50 juta. (Polbangtan Manokwari/269)

 Reporter : Imran - Humas Polbangtan Manokwari