Siaga Virus Corona dengan Jahe Merah

Minggu, 09 Pebruari 2020, 13:50 WIB

Jahe merah sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai obat tradisional di berbagai belahan dunia. Jahe merah direkomendasi untuk dikonsumsi dalam kondisi waspada virus Corona. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Jahe merah sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai obat tradisional di berbagai belahan dunia, terutama di Indonesia, Cina dan Malaysia. Sejak dulu, banyak orang memanfatkan jahe merah untuk mengobati berbagai penyakit.

Jahe merah disebut juga dengan jahe sunti. Salah satu ciri fisik yang paling ketara dari tanaman rempah satu ini adalah warnanya. Jahe jahe merah atau Zingiber officinale var rubrum  mempunyai kulit rimpang yang berwarna hijau kemerahan dengan bagian dalam yang berwarna merah muda sampai kuning. 

Di Indonesia tanaman obat ini memiliki bermacam-macam nama sesuai dengan daerahnya. Memiliki penyebutan yang berbeda-beda di berbagai daerah menunjukkan bahwa rempah ini menyebar di seluruh wilayah di Indonesia. Di pulau Sumatra, jahe disebut halia bagi orang Aceh, bahing dalam bahasa Batak Karo, sementara orang Minangkabau menyebutnya sipodeh. Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe (sunda), jae (Jawa), dan jhai (Madura). Di Sulawesi, jahe disebut layu oleh masyarakat Mongodow, melito (Gorontalo), laia (Makasar), dan pace (Bugis), dan masih banyak lagi.

Ukuran rimpang jahe merah lebih kecil ketimbang jahe biasa, dan ruasnya pun cenderung rata dan sedikit menggembung. Tak hanya itu, kandungan dan rasanya pun berbeda. Jahe jenis ini mempunyai rasa yang lebih pahit dan pedas dari jahe biasanya karena mengandung minyak astri lebih banyak.  Tak seperti jahe biasa, jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan.

 

Kandungan pada jahe yang sangat banyak, seperti gingerol, flavonoid, agen antibakteri, agen antiperadangan, dan lainnya, dipercaya dapat memberi dampak positif pada kesehatan.  Bukan sekedar bermanfaat sebagai minuman penghangat saat cuaca dingin saja. 

Kandungan jahe merah ternyata dapat menguatkan sistem imun tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi oleh bakteri dan atau virus. Menurut penelitian Dugasani pada 2010, dalam comparative antioxidant and anti-inflammatory effects of gingerol dan shogaol, disebutkan kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe merah terbukti bermanfaat bagi tubuh manusia.

Gingerol dan shogaol yang memiliki efek antioksidan bermanfaat melawan stres oksidasi. Zat tersebut diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membunuh bakteri atau virus berbahaya dalam tubuh sehingga bantu menjaga daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Kandungan gingerol dalam jahe merah memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari sebagai antimual, antibakteri, dan antiinflamasi. Gingerol juga berkontribusi pada rasa pedas khas jahe yang sudah kita ketahui.

Kadar gingerol pada jahe merah lebih tinggi dibanding jahe gajah yang ternyata paling sering digunakan masyarakat saat ini. Kadar gingerol yang lebih tinggi, berat per rimpang yang lebih berat, dan kandungan minyak atsiri yang lebih banyak membuat jahe merah lebih efektif buat kesehatan masyarakat dibanding jahe gajah dan juga jahe emprit.

Menjaga daya tubuh menjadi penting, apalagi baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan siaga penyebaran Virus Corona dan mengimbau masyarakat dunia untuk waspada. Meski belum terkonfirmasi masuk ke Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengimbau langkah-langkah pencegahan terinfeksi virus ini.

Mulai dari sering cuci tangan, konsumsi makanan dengan gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan dan orang yang terinfeksi, jangan mengonsumsi daging yang tidak matang, dan olahraga serta istirahat yang cukup agar tubuh tetap fit.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh guna mengurangi potensi terinfeksi virus corona. Sistem kekebalan tubuh yang baik merupakan kunci utama menghindari masuknya segala macam jenis penyakit dalam tubuh.

Tubuh yang fit adalah faktor penting untuk produktif. Kesibukan terkadang membuat masyarakat melupakan pentingnya menjaga stamina tubuh untuk tetap sehat. Agar tubuh tetap fit, kita perlu mengonsumsi jahe merah supaya daya tahan tubuh tetap kuat dan menjalani hari dengan prima.

Jahe merah menjadi salah satu rekomendasi bahan herbal asli Indonesia yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuhmu, apalagi dalam kondisi waspada Novel Coronavirus seperti sekarang ini. Salah satu cara membuat jahe merah lebih berkhasiat adalah dengan diminum dan dicampur dengan madu. Bila dikonsumsi dengan rutin, jahe merah bisa bantu mencegah berbagai penyakit masuk ke dalam tubuh.(234)