Daun Keji Beling, Si Hijau Berbulu Penyembuh Diabetes

Kamis, 12 Maret 2020, 11:35 WIB

Daun keji beling dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit seperti batu ginjal, diabetes dan beberapa penyakit lain. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET --  Indonesia memiliki banyak aneka tumbuhan obat. Salah satunya adalah tanaman keji beling. Keji beling mudah tumbuh di sembarang tempat dan sering disangka tanaman liar. Tapi ternyata manfaatnya seabrek.

Keji beling (Strobilanthes crispus) termasuk dalam keluarga tanaman Acanthaceae, dan masih bersaudara dengan tanaman sambiloto. Keji beling sebetulnya dari Madagaskar tapi peredaran budidayanya sudah merambah sampai Indonesia.

Untuk yang tinggal di Jawa mungkin akan mengenalnya juga dengan sebutam daun sambaing geteh. Tanaman ini lebih mudah ditemukan di sekitar sungai karena merupakan jenis tanaman lembab yang hanya bisa tumbuh di daerah dekat air. Keji beling juga merupakan tanaman yang biasa dijadikan pagar atau pembatas antar kebun. Tanaman ini biasanya tumbuh berumpun, Karena cabang ranting dan daun yang banyak.

Tanaman keji beling bisa bertumbuh hingga satu meter dan memiliki daun yang berwarna hijau gelap serta tepian daun yang bergerigi. Panjang daun keji beling berkisar antara lima sampai delapan sentimeter, sementara lebarnya berkisar antara dua sampai lima sentimeter.

Batang tanaman keji beling yang masih muda berwarna keunguan dan perlahan berubah warna menjadi cokelat. Tanaman keji beling memiliki bunga yang berwarna kuning dengan bentuk seperti corong dan berukuran kurang lebih 1,5-2 sentimeter.  Tidak hanya bunga, tanaman keji juga menghasilkan buah yang berbentuk gelondong dengan panjang sekitar 11 sentimeter.

Namun yang perlu diketahui, dalam tanaman keji beling khususnya daun. Daun keji beling sangat unik. Daunnya berwarna hijau pekat dengan bulu halus di permukaannya. Mengandung berbagai nutrisi penting yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga menyembuhkan berbagai penyakit. Beberapa kandungan senyawa yang terdapat di dalam daun keji beling antara lain Vitamin C, vitamin B1, Vitamin B2, Glikosida, Fosfor, Tannin, Ferum, Natrium, Kalium dan Kalsium.

Karena itu, tidak mengherankan bahwa daun keji beling sering dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit seperti batu ginjal, diabetes dan beberapa penyakit lain. Perawatannya yang mudah pun membuat kamu bisa menanamnya di rumah untuk dijadikan tanaman obat keluarga.

Menurut Penelitian dari Universiti Sains Malaysia, daun keji beling mengandung sejumlah antioksidan penting. Mulai dari polifenol, flavonoid, katekin, alkaloid, dan tanin.  Antioksidan penting untuk melawan efek radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah zat berbahaya yang menjadi penyebab kemunculan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penurunan penglihatan (degenerasi makula), hingga Alzheimer.

Mengatasi Diabetes

Dan keji beling dipercaya ampuh sebagai obat diabetes alami untuk mengendalikan kadar gula darah. Namun, khasiat dan efektivitas daun herbal ini belum benar-benar diuji pada manusia. Dugaan efek penurunan gula darah dari daun keci beling baru sebatas dilaporkan pada tikus lab, berdasarkan penelitian milik Universiti Putra Malaysia.

Penelitian tersebut menggunakan teh dari daun kejibeling yang difermentasi dan tidak difermentasi. Setelah 21 hari diberi asupan teh keji beling fermentasi, kelompok tikus yang mengalami hiperglikemia terlihat gula darahnya menurun. Sementara itu, kadar gula darah tikus yang normal tidak terpengaruh.

Pada saat yang bersamaan, daun pecah beling juga menunjukkan efek penurunan kolesterol pada tikus-tikus tersebut. Kolesterol tikus pengidap diabetes yang diberi minum teh daun keji beling fermentasi terlihat perlahan menurun mulai hari ke 7 dan hari ke 21. Namun, pada tikus diabetes yang diberi teh daun kejibeling nonfermentasi, di hari ke 21 kadar kolesterol justru mereka meningkat.

Pada tikus normal yang diberi kedua jenis teh daun kejibeling, kadar kolesterol dalam tubuhnya berkurang perlahan. Para peneliti percaya bahwa manfaat penurunan gula darah dan kolesterol ini datang dari kandungan antioksidan dan polifenolnya. Penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk membuktikan kemanjuran obat herbal ini pada manusia.

Mengeringkan Luka Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, luka kecil saja bisa bertambah parah dan lama sembuhnya. Nah daun pecah beling ternyata dipercaya berpotensi untuk mempercepat penyembuhan luka diabetes. Namun, lagi-lagi manfaat daun keji beling ini baru sebatas diuji pada tikus lab.

Masih dari penelitian Malaysia di atas, peneliti membandingkan kecepatan proses penyembuhan luka  sayatan selebar 2 cm pada leher tikus diabetes dan tikus sehat. Pilihan obat luka yang digunakan adalah  ekstrak daun kejibeling, ekstrak daun akasia, etanol, dan gel intrasit yang biasa digunakan untuk mengobati luka.

Hasilnya, luka sayatan pada kedua tikus tersebut lebih cepat sembuh ketika diobati pakai salep ekstrak keji beling daripada obat-obatan lainnya. Selain mempercepat penyembuhan luka, ekstrak keji beling juga bekerja menurunkan peradangan dalam tubuh akibat luka dan memicu produksi kolagen lebih banyak untuk membentuk jaringan kulit baru.

Meski daun keji beling disinyalir berpotensi baik untuk kesehatan, tapi Anda harus tetap bijak saat mengonsumsinya. Tidak asal-asalan mengonsumsinya begitu saja. Tanaman herbal perlu diolah dengan cara tertentu agar dapat dikonsumsi dengan aman. Terlebih, suplemen dan obat-obatan herbal tidak memiliki standar dosis resmi sehingga efek yang muncul pada satu orang dan lainnya mungkin berbeda. Belum tentu semua orang yang mengonsumsi obat herbal dapat merasakan manfaatnya.(234)