Manfaat Kurma untuk Berbuka Puasa

Senin, 04 Mei 2020, 17:16 WIB

Buah kurma, buah yang digemari oleh Rasulullah. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- “Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air”  (HR Abu Dawud (no. 2356), Ad-Daruquthni (no. 240) dan Al-Hakim (I/432 no. 1576).

Puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Muslim. Ketika berpuasa pasti kita tidak akan lepas dari berbuka puasa, Tuntunan untuk berbuka adalah dengan yang manis terlebih dahulu supaya pencernaan kita tidak langsung kaget dengan makanan berat dan untuk mengganti energi yang hilang selama kita berpuasa.

Membatalkan puasa dengan buah kurma dan berdo’a sebelum berbuka puasa adalah tuntunan yang tercantum dalam hadist di atas. Lantas mengapa berbuka puasa dianjurkan  dengan kurma? Apa alasan medisnya sehingga dunia kedokteran juga menyarankannya?

Salah satu dari banyak manfaat fisik yang didapatkan dari berbuka puasa dengan buah kurma adalah karena kandungan gula alami yang tinggi pada buah ini. Gula alami dapat dengan cepat diserap oleh hati yang kemudian merubahnya menjadi energi yang dibutuhkan tubuh. Kita memerlukan asupan energi yang cepat setelah berpuasa seharian untuk kemudian melakukan shalat maghrib dan kegiatan lain setelahnya.

Tubuh memerlukan energi untuk dapat mencerna makanan yang masuk ke tubuh. Jadi tidak disarankan jika kita langsung makan besar pada saat berbuka puasa, karena saat itu tubuh berada pada kondisi lemah. Buah-buahan segar, khususnya buah kurma dapat mengawali proses pencernaan sekaligus menyediakan energi yang dibutuhkan untuk mencerna makan besar setelahnya.

Buah kurma adalah salah satu makanan yang digemari oleh Rasulullah, itulah kenapa buah kurma juga kemudian digemari umat Muslim. Saat itu umat hanya tahu bahwa apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah adalah sebuah kebaikan. Umat Muslim seluruh dunia mengikuti apa yang diajarkan tersebut semata-mata karena meyakini bahwa apa yang diajarkan adalah sebuah kebaikan.

Kini begitu ilmu pengetahuan sudah sangat maju, semua apa yang diajarkan Rasulullah terbukti benar. Bahkan ilmu kedokteran menjuluki buah kurma sebagai makanan super (makanan yang hampir sempurna). Cara Rasulullah dalam mengkonsumsi yang hanya 3 atau 5 butir kemudian dilanjutkan dengan shalat, dan baru setelahnya melanjutkan dengan makan besar juga sesuatu yang dibenarkan oleh para ahli nutrisi.

Tubuh memerlukan waktu sejenak untuk mencerna kurma dan mempersiapkan organ pencernaan bagi makanan besar yang akan masuk kemudian. Langsung makan besar saat waktu berbuka tiba dikatakan dapat merusak tubuh dalam jangka panjang.

Kandungan Nutrisi Kurma

Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam golongan tanaman palma. Memiliki ukuran tinggi pohon berkisar 15-25 m dan  panjang daun mencapai 3-5 m. Buah yang mempunyai warna kecoklatan dan berbiji tunggal ini diduga berasal dari Teluk Persia.

Buah  kurma telah dibudidayakan sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Buah kurma adalah salah satu buah yang paling manis dan tersedia dalam berbagai varietas.

Manfaat buah kurma dalam rangka untuk menjaga kesehatan tentunya tidak terlepas dari kandungan zat-zat  nutrisi yang terdapat di dalamnya. Di dalam 100 gram buah kurma setidaknya terkandung beberapa gizi serta nutrisi sebagai berikut :

  • Serat – 6,7 gram. 27% RDA
  • Kalium – 696 miligram. RDA 20 persen
  • Tembaga – 0,4 miligram. RDA persen
  • Mangan – 0,3 miligram. RIA persen
  • Magnesium – 54 miligram. RDA persen
  • Vitamin B6 – 0,2 miligram. RDA persen
  • Kurma mengandung kadar gula tinggi yang mencapai 66,5 gram per 100 gram porsi kurma.

Berikut beberapa manfaat yang luar biasa dari kurma bagi tubuh kita saat dikonsumsi untuk buka puasa:

Menyiapkan perut dan memulihkan energi setelah berpuasa

Kurma mengandung senyawa yang dapat mengaktifkan organ pencernaan. Mengonsumsi kurma saat buka puasa menyiapkan perut untuk dapat mencerna lebih banyaki makanan lagi setelah seharian menahan lapar.

Manfaat kurma bagi kesehatan yang pertama adalah mampu memulihkan energi setelah berpuasa dengan lebih cepat dibandingkan makanan lain. Kurma memiliki 50-70 persen kandungan glukosa sehingga sangat baik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Kandungan gula ini bisa cepat diserap oleh tubuh dan membuat tubuh akan menjadi bugar kembali.

Menguatkan sel-sel pada usus dan melancarkan pencernaan

Pola makan yang berubah saat berpuasa ditambah dengan makanan yang beragam berisiko meningkatkan konstipasi. Serat yang terkandung dalam kurma dapat mencegah masalah pencernaan ketika berpuasa, terutama sembelit. Studi menunjukkan, orang yang mengonsumsi tujuh kurma setiap hari, buang air besar secara teratur dibandingkan sebelum makan kurma.

Buah kurma merupakan sumber serat alami yang penting bagi sistem pencernaan. Kurma akan menjaga lambung dan sistem pencernaan dari gangguan bakteri dan parasit. Mengonsumsi kurma akan menguatkan sel-sel usus. Sel-sel usus menjadi semakin kuat, saluran pencernaan menjadi lebih sehat, terhindar dari masalah pencernaan.

Mengontrol gula dan keasaman darah

Menahan lapar lebih dari 12 jam saat berpuasa membuat perut kosong. Saat berbuka dianjurkan untuk mengisi perut dengan makanan yang manis terlebih dahulu untuk meningkatkan energi dan gula darah. Di sisi lain mengonsumsi gula juga harus berhati-hati agar tidak melonjak secara signifikan. Kurma merupakan makanan manis dengan sumber gula alami yang dapat menjaga gula darah tetap stabil. Kandungan gula ditambah dengan serat yang tinggi di dalam kurma bermanfaat untuk mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan. Kurma juga termasuk dalam makanan yang mengandung indeks glikemik rendah dan direkomendasikan untuk mencegah diabetes.

Selain mengontrol gula darah, kurma juga menjaga keasaman di dalam darah. Kurma mengandung garam alkali yang dapat menyeimbangkan atau menyesuaikan keasaman darah yang dihasilkan dari asupan daging dan karbohidrat yang berlebihan saat berbuka puasa. Kadar asam yang tinggi di dalam darah berisiko meningkatkan penyakit asam urat, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi.(234)