Daun Pegagan, Mengatasi Depresi Mencegah Stroke

Rabu, 10 Juni 2020, 08:35 WIB

Pegagan, sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisonal Cina sebagai antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, antidepresan, dan meningkatkan daya ingat. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- Santhi Serad, salah satu praktisi kuliner dan herbal ternama di Indonesia bersama Ilham Habibie mendirikan perusahaan PT Ilthabi Sentra Herbal dan membangun Bumi Herbal di Dago Utara. Beragam jenis herbal terdapat di sana mulai  A sampai  Z, mulai dari adas hingga zaitun. Hampir semua jenis mulai dari tanaman obat populer mahkota dewa hingga tanaman keluwak yang kini semakin langka.

Namun dari hampir 500 jenis tanaman herbal yang ada, ketua Komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) tersebut mempunyai favorit yaitu pegagan atau antanan (Centella asiatica). Tanaman yang tumbuh liar, namun sering digunakan oleh orang-orang Asia. Tumbuhan ini sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisonal Cina sebagai antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, antidepresan, dan meningkatkan daya ingat. 

Oleh Santhi, sarjana lulusan Peternakan Universitas Diponegoro 1995 itu Pegagan juga dikembangkan sebagai ‘teh’.  Lewat merek Simplisia yang dikembangkannya, pegagan didampingkan dengan rosella, daun jati belanda, daun sirsak, mint, hingga kumis kucing. Pegagan disebut dapat meningkatkan daya ingat. Juga membantu regenerasi sel.

Tak sekadar berperan sebagai antioksidan yang baik, pegagan juga dipercaya efektif untuk mencegah stroke. Juga memperbaiki fungsi kognitif atau kecerdasan otak. Maka Santhi merekomendasikan sup pegagan. Juga nasi goreng pegagan. Agar herbal itu banyak dikonsumsi anak.

Manfaat daun pegagan sebagai ramuan herbal untuk mengatasi gangguan suasana hati dan meningkatkan daya ingat sudah dipraktikkan dalam pengobatan tradisonal sejak lama. Meskipun hasil dari beberapa penelitian ilmiah belum bisa sepenuhnya mendukung klaim tersebut, ada bukti-bukti bahwa daun pegagan punya manfaat langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan otak. 

Daun pegagan diduga bisa memengaruhi kemampuan kognitif dan memori secara tidak langsung. Pasalnya, tanaman ini memang memiliki efek meningkatkan kewaspadaan yang kemudian bisa meningkatkan kemampuan memori jangka pendek.

Mengatasi Depresi.

Daun pegagan nampaknya memiliki efek mengurangi gangguan kecemasan dengan cara mengontrol aktivitas neurotransmiter yang disebut gamma-aminobutyric acid (GABA). Kandungan asam asiatat dalam tanaman ini diperkirakan menjadi pemicu efek pada GABA tersebut. 

Khasiat asam asiatat dalam daun pegagan memengaruhi penyerapan GABA oleh otak. Hal ini menjadikan daun pegagan berpotensi menjadi obat herbal untuk mengatasi gangguan kecemasan, insomnia dan depresi  tanpa efek sedatif seberat obat-obatan kimia. Contohnya, zolpidem dan barbiturate. Meski demikian, manfaat daun pegagan di atas masih membutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut. 

Berdasarkan penelitian, ada sejumlah bukti mengenai manfaat daun pegagan untuk memperbaiki sirkulasi darah bagi penderita chronic venous insufficiency (CVI). Penyakit ini adalah gangguan pada pembuluh vena di kaki, sehingga terjadi mengalami masalah dalam mengalirkan darah kembali ke jantung. 

Sebuah riset menyimpulkan bahwa kelompok lanjut usia yang diobati dengan daun pegagan menunjukkan perbaikan yang signifikan dari gejala CVI. Contohnya, rasa sakit dan edema yang berkurang dan kaki tidak lagi terasa berat.

Efek tersebut diduga berkaitan dengan kandungan senyawa kimia triterpene pada daun pegagan. Senyawa ini menstimulasi produksi cardiac glycoside yang meningkatkan daya pompa jantung dan frekuensi kontraksinya.  Beberapa studi lain juga menemukan bahwa daun pegagan membantu stabilisasi plak lemak di dinding pembuluh darah, sehingga mencegah lepasnya plak yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. 

Daun pegagan umumnya aman digunakan sebagai ramuan herbal dan suplemen, namun demikian efek samping pemakaian daun pegagan belum dapat diketahui secara pasti. Hal ini berarti kita tetap mesti berhati-hati dalam penggunaan tanaman ini sebagai suplemen.(234)