Kulit Ari Kacang Tanah, Berfungsi Antioksidan dan Anti Radang

Jumat, 19 Juni 2020, 15:45 WIB

Mengkonsumsi kacang tanah bersama dengan kulit arinya dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET --  Masyarakat Indonesia terbiasa ngemil. Sembari ngobrol, menemani nonton TV, saat kerja atau belajar, bahkan ada yang menjadi kebiasaan setiap malam menjelang tidur. Cemilan yang banyak disukai masyarakat salah satunya adalah kacang tanah, yang dapat dinikmati dalam keadaan kering (sangrai/goreng) atau basah (rebus/kukus). Karena memiliki rasa dan aroma yang khas sehingga kacang tanah banyak dijadikan sebagai bahan pelengkap pembuatan kue ataupun sebagai bumbu masak pelengkap hidangan seperti gado-gado, lotek, pecel, ketoprak dan lainnnya.

Kacang tanah memiliki manfaat yang cukup banyak dikarenakan tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Kacang tanah mengandung vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal, serta kaya akan antioksidan sehingga beragam manfaat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi secara tepat dan rutin kacang tanah.

Kini ada kabar gembira bagi penikmat kacang tanah, dengan mengkonsumsi kacang tanah bersama dengan kulit arinya dapat menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker, mencegah obesitas pada anak-anak, dan menurunkan kandungan kolesterol yaitu kolesterol total dan LDL.

Salah seorang peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Agustina Asri Rahmianna, melaporkan temuannya terkait manfaat kulit ari kacang tanah ini.

Agustina menjelaskan tentang komponen apa saja yang ada pada kacang tanah. Yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan biji. Kemudian, dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan polong dan kulit ari biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah.

Lebih lanjut, hasil penelitiannya mengungkapkan tentang kandungan apa saja yang terkandung pada kulit ari kacang tanah tTemuan manfaat kulit ari kacang tanah ini dilakukan oleh ersebut. Hasilnya, kandungan yang terdapat pada kulit ari kacang tanah terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan senyawa-senyawa fenolik. Namun, dari keempat unsur yang terkandung, hanya senyawa-senyawa fenolik inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Pasalnya, senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di dalam tubuh manusia.

“Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen,” ungkap Agustina.

Meskipun kaya dengan kandungan senyawa biokimia, kulit ari biji kacang tanah ini tidak mempunyai nilai ekonomi sama sekali. Ternyata, kandungan fenolik dan antioksidan pada kulit ari biji kacang tanah tertinggi dibanding yang ada pada keping biji, kulit polong, dan akar, serta daun. Sayangnya kulit ari biji kacang tanah ini sangat kecil volumenya: hanya 2,5-3?ri bobot biji.

Secara terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, juga menyampaikan peluang hasil riset dari kulit ari kacang tanah, yang semula tidak ada nilainya, akan menjadi bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi nilai tambah bagi petani.

“Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani,” ujarnya. (234-puslitbangtan).

BERITA TERKAIT