Bunga Telang, si Cantik Penangkal Korona

Senin, 13 Juli 2020, 09:56 WIB

Bunga Telang telah diketahui mengandung seyawa antosianin, flavonoid dan senyawa fenolik yang bersifat antioksidan. yang bersifat anti inflamasi yang sangat baik untuk imunitas tubuh. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET -- Bunga Telang (Clitoria ternatea), famili Fabaceae, memiliki banyak manfaat untuk obat tradisional. Tetapi karena keindahannya, bunga ini lebih dikenal dan lebih sering digunakan sebagai tanaman hias sehingga jarang digunakan sebagai herbal untuk pengobatan. Bunganya berwarna biru, ungu, merah muda dan putih. Lebih umum dikenal masyarakat sebagai pewarna biru alami.  

Bunga Telang merupakan tanaman merambat, termasuk dalam keluarga polong-polongan. Tumbuhan asal Asia tropis ini cukup banyak ditemukan di pekarangan rumah di Indonesia dan belum dibudidayakan secara luas. Pemanenannya masih dari alam. 

Populer di Asia sebagai aparajita (Hindi) atau dok anchan (Thailand). Dalam bahasa Inggris disebut blue pea vine, butterfly pea atau pigeon wings.

Sebenarnya bunga Telang juga telah banyak digunakan secara empiris sebagai bahan jamu. Tidak hanya sebagai bahan obat tradisional di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain di Asia, Amerika dan Afrika. 

BERITA TERKAIT

Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah bunga yang diklaim memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan analgesik, antiparasit, antidiabetes, anti-kanker, antihistamin, immunomodulator, antidepresan, anticonvulsant dan antistres. 

Bahan aktif yang terkandung di dalamnya di antaranya  tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, fenolflavanoid, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antisianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Komposisi asam lemak meliputi asam palmitat, stearat, oleat lonoleat, dan linolenat.

Bunga Telang juga diketahui mengandung senyawa antosianin, flavonoid dan senyawa fenolik yang bersifat antioksidan. Flavonoid ini juga bersifat anti inflamasi yang sangat baik untuk imunitas tubuh. 

Berdasarkan beberapa literatur dan analisis bioinformatik, ternyata bunga Telang juga berpotensi sebagai antivirus, salah satunya untuk virus Korona. Kandungan bahan aktif bagian bunga yang berpotensi sebagai antivirus adalah Quercetin 3-(2G-rhamnosylrutinoside) yang menghambat aktivitas 3CLpro (proteinase utama) yang berperan penting dalam kelangsungan hidup virus, meski masih perlu dibuktikan dengan pengujian pra klinis dan klinis maupun pengujian lainnya untuk pembuktiannya secara ilmiah.

Namun demikian, sudah banyak penelitian yang menemukan kandungan fitokimia herbal ini yang terbukti bersifat antioksidan, anti inflamasi, antikanker, antimikrobial, antisida, antipiretik, analgesik dan bersifat antidiabetik. Sehingga dapat diyakini manfaat bunga Telang untuk kesehatan tubuh dan kemampuannya mengobati berbagai jenis penyakit. Itulah kenapa bunga Telang sudah banyak digunakan sebagai herbal untuk kondisi darurat sebelum penanganan dokter. 

Daerah penyebaran bunga Telang di Indonesia terutama di Jawa, Sumatera, Maluku dan Sulawesi.  Bunga Telang tumbuh di daerah tropis, dataran rendah dengan ketinggian 0-1800 m dpl), suhu 19-28°C, kebutuhan curah hujan normal 1500 mm/tahun, toleran kekeringan dan masih dapat tumbuh pada pada daerah dengan curah hujan 500-900 mm/tahun, tidak tahan genangan. 

Umumnya bunga Telang dapat ditemukan di hutan, semak, pinggiran sungai, kebun, halaman rumah dan di tempat-tempat lainnya. Karakteristik tanah yang sesuai untuk pertumbuhannya adalah tanah subur, gembur dengan pH 5,5-8,9.(234-berbagai sumber)

BERITA TERKAIT