Bintaro : Buah Beracun, Pengusir Tikus yang Ampuh

Kamis, 10 September 2020, 20:29 WIB

Meski tidak bisa dikonsumsi karena mengandung toksin cerberin, buah bintaro punya banyak manfaat salah satunya sebagai pengusir binatang pengganggu seperti tikus. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- Bukan sekedar nama kelurahan atau nama kawasan perumahan di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, Bintaro sebenarnya adalah nama tanaman. Pohon bintaro sering ditemukan mengisi ruang-ruang kota, ataupun tumbuh agak liar di bantaran kali dan pinggir jalan. Pohon ini boleh dibilang menjadi primadona sebagai tanaman peneduh.

Pohon bintaro atau sea mango adalah salah satu tanaman mangrove yang cukup terkenal. Pohon ini dapat dijumpai di sepanjang wilayah pantai atau hutan bakau. 

Tanaman ini mempunyai keunggulan tahan banting, tahan terhadap segala cuaca, cepat tumbuh dan mudah berdaptasi. Wajar jika di beberapa kawasan permukiman, tanaman ditanam untuk penghijau lingkungan.

Tanaman yang berasal dari kawasan Indo-Pasifik ini ini memiliki hingga mencapai 12 sampai 15 meteran dan memiliki bentuk daun lonjong hampir mirip dengan pohon mangga. Buah bintaro berbentuk bulat dengan garis tengah sekitar 5 sampai 8 cm. Warna buahnya hijau pucat dan akan berubah menjadi merah kecoklatan jika sudah matang.

BERITA TERKAIT

Namun sayangnya, buah pohon ini tidak bisa dikonsumsi sehingga terkadang menjadi limbah. Buan Bintaro tidak dapat  dimakan sebab memiliki kandungan racun cerberin. Racun ini diperkirakan dapat menjadi penghambat saluran ion kalsium dan otot jantung manusia sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada detak jantung dan bahkan bisa berujung kepada kematian.

Kayu dari pohon bintaro juga menyebabkan keracunan jika dibakar, ini disebabkan pada batang pohon bintaro mengandung getah yang sangat berbahaya jika dibakar dan tidak sengaja terhidup oleh manusia. 

Buah bintaro terdiri dari tiga lapis: kulit bagian terluar buah yang berwarna hijau atau merah kecoklatan, lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa, dan biji yang dilapisi kulit biji atau testa.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Faperta Institut Pertanian Bogor (IPB), buah bintaro terdiri dari 92?ding buah dan 8% biji. Bagian biji buah bintaro mengandung minyak antara 35-50% (bandingkan biji buah jarak yang memiliki 14?n kelapa sawit 20%. Semakin kering biji buah Bintaro juga semakin banyak kandungan minyakna. Minyak ini termasuk jenis minyak nonpangan, diantaranya asam palmitat 22,1%, asam stearat 6,9%, asam oleat 54,3 %, dan asam linoleat 16,7%.

Meski tidak bisa dikonsumsi karena mengandung toksin cerberin, buah bintaro punya banyak manfaat salah satunya sebagai pengusir binatang pengganggu seperti tikus. 

Buah bintaro sudah sejak lama digunakan sebagai pengusir tikus yang ampuh. Buah Bintaro mengandung racun Cerberin yang dapat merusak syaraf pusat otak tikus. Dengan penciuman yang tajam, tikus akan segera menjauh.

Caranya mudah. Letakkan saja buah bintaro di area yang biasa dilewati tikus, dengan sendirinya tikus akan segera pergi. Tikus yang punya indera penciuman tajam, akan menjauh karena terganggu dan takut oleh bau toksin dari buah bintaro yang dapat merusak syaraf otaknya. Selama buah bintaro belum layu, tak ada satupun tikus yang berani mendekat.

Cara ini selain ampuh mengusir tikus di dalam rumah, dapat juga dilakukan di area seperti ladang, sawah, kebun dan lainnya. Sehingga disarankan untuk ditanam pohon bintaro di area tersebut

Manfaat lain buah bintaro adalah sebagai obat luka. Masyarakat Suku Muna, Wakarumba Sulawesi Utara, memanfaatkan cerbera odollam yang terkandung dalam buah bintaro sebagai obat yang mampu menyembuhkan luka.. Sedangkan masyarakat Kalimantan mempergunakan buah bintaro untuk membasmi hama.(234)

BERITA TERKAIT