Berjuta Manfaat Kurma untuk Berbuka Puasa

Selasa, 13 April 2021, 14:26 WIB

Kurma memiliki berjuta manfaat bagi kesehatan. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET --  Sejak sebelum Bulan Ramadhan tiba, banyak kita jumpai kurma baik di pasar maupun tempat perbelanjaan. Konsumsi kurma pada bulan Ramadhan merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Tidak sekedar karena sunnah, rasanya yang manis dan legit membuat kurma digemari dan menjadi kudapan populer untuk berbuka puasa. 

Dibalik rahasia sunah tersebut, buah yang banyak tumbuh di daerah padang pasir seperti negara-negara di Timur Tengah ini ternyata memiliki berjuta manfaat bagi kesehatan.  Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa manfaat kurma untuk kesehatan tidak hanya untuk mereka yang berpuasa, tetapi juga bagi yang sedang diet. Berikut adalah beberapa manfaat kurma bagi kesehatan.

Kurma pemanis alami

Fruktosa adalah jenis gula alami yang banyak ditemukan dalam buah dan kandungan tertinggi pemanis alami ini ada pada kurma. Jika saat berbuka puasa dianjurkan untuk makan-makanan yang manis, kurma adalah buah yang tepat karena mengandung pemanis alami yang baik untuk tubuh.

Kurma memiliki rasa seperti karamel yang halus. Mereka menjadi pengganti gula yang sehat, yang kaya akan serat dan antioksidan baik bagi tubuh. Penting untuk dicatat, meskipun kurma tinggi serat dan kaya nutrisi, namun kalorinya masih cukup tinggi, sehingga paling baik dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Kaya nutrisi 

Kurma memiliki kalori yang tinggi. Sebagian besar disebabkan oleh kandungan karbohidrat yang menyusun mayoritas nutrisinya. Selain karbohidrat, kurma juga memiliki protein dan kaya akan beragam mineral esensial seperti kalium, kalsium, magnesium, tembaga, selenium, zinc, zat besi, serta vitamin B5 dan B6.

Kurma memiliki riwayat nutrisi yang sangat baik. Sebab, buah ini dikeringkan, sehingga kandungan kalori kurma lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. Kandungan kalori kurma mirip dengan buah-buahan kering lainnya, seperti kismis dan buah ara. Kendati mengandung kalori yang tinggi serat, kurma ternyata juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting. 

Kurma kaya akan serat

Selama berpuasa, kebutuhan serat untuk tubuh juga harus terpenuhi. Mendapatkan serat yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Dengan mengkonsumsi satu porsi kurma sekitar 100 gram, selama puasa, maka asupan serta yang dibutuhkan oleh tubuh dapat meningkat. Manfaat serta sangat baik bagi kesehatan pencernaan, yakni mencegah sembelit.

Kurma kaya akan serat, di mana seperempat cangkir kurma dapat memenuhi sekitar 12 persen kebutuhan serat harian tubuh. Serat dibutuhkan tubuh untuk memperlancar pencernaan dan mencegah konstipasi.

Lebih jauh, kurma juga memiliki manfat dalam mengontrol gula darah. Sebab, serat dapat memperlambat pencernaan dan dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan. Jadi, kandungan kurma sangat baik dikonsumsi setelah makan, baik saat buka puasa maupun sahur.

Kadar antioksidan tinggi

Menurut National Institute of Health (NCBI), kurma memiliki antioksidan yang tinggi, yang berkontribusi pada banyak manfaat kesehatan. Antioksidan berperan sebagai pelindung sel dari radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat memicu reaksi berbahaya dalam tubuh. Konsumsi antioksidan dapat mengurangi risiko penyakit.

Ada tiga antioksidan penting dan paling kuat yang terkandung dalam satu buah kurma. Flavonoid, yakni antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan. Manfaatnya telah diteliti dengan baik dalam mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer dan beberapa jenis kanker. Karotenoid dalam kurma juga terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula. Asam fenolik pada kurma dikenal sebagai anti-inflamasi alami yang dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Meningkatkan kesehatan otak

Studi lain juga menunjukkan bahwa konsumsi kurma dapat mengurangi aktivitas amyloid beta protein, yang dapat membentuk plak pada otak. Jika plak menumpuk di otak, dapat menyebabkan terganggunya komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya menyebakan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.

Kurma dapat mengurangi kadar interleukin 6 (IL-6) di otak. IL-6 dalam kadar tinggi diasosiasikan dengan penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer atau dementia.

Kurma juga diklaim dapat meningkatkan kesehatan tulang dan gigi, terutama terkait kandungan mineral kalium, kalsium, dan magnesium, dan berpotensi mencegah osteoporosis.(234-dari berbagai sumber)