Pengembangan Jagung di Antara Tanaman Perkebunan

Selasa, 22 Oktober 2019, 11:41 WIB

Salah satu lahan yang potensial untuk pengembangan jagung adalah lahan sela di antara pertanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan karet. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET --  Untuk menjamin target produksi secara berkesinambungan, maka sumber daya lahan harus dimanfaatkan secara optimal. Salah satu lahan yang potensial untuk pengembangan jagung adalah lahan sela di antara pertanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan karet. 

Pemanfaatan lahan sela di antara perkebunan dapat meningkatkan produksi hasil tanaman utama karena adanya pengelolaan tanaman sela berupa penyiangan atau pengemburan, residu pupuk yang diberikan pada tanaman jagung, dan adanya biomas yang dapat dijadikan pupuk organik atau pakan untuk diintegrasikan dengan ternak.

Pemanfaatan lahan sela di antara tanaman perkebunan mempunyai kendala utama, yaitu adanya naungan (tingkat naungan tergantung umur tanaman), dan ketersedian hara yang relatif rendah karena umumnya tanaman perkebunan terutama kelapa sawit dan karet  ditanam pada tanah dengan pH <5>

Tanaman jagung tergolong tanaman C4 yang sensitif terhadap naungan. Namun hal ini dapat diatasi dengan menanam jagung toleran naungan seperti yang dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) yaitu varietas jagung hibrida Jhana 1.

Varietas jagung yang dilepas pada Maret 2019 ini dapat menghasilkan 7,85 ton/ha pipilan kering KA 15?ngan kondisi tanaman ternaungi < 50>

Untuk sistem tanamnya yaitu menggunakan sistem tanam ganda/doubel row pada lahan perkebunan yang intensitas cahayanya kurang dari 50%. Pada saat tanam, jarak tanam tanaman jagung diatur dengan jarak tanaman pokok.

Tanaman sela ini lebih mudah ditanam pada saat peremanjaan atau pertanaman awal tanaman perkebunan. Sedangkan untuk perawatan tanaman jagung agar dilakukan pemangkasan tanaman utama dan mengatur populasi tanaman jagung secara optimal. Masalah ketersediaan hara rendah dapat dilakukan dengan pemupukan yang berimbang spesifik lokasi (tergantung ketersediaan hara tanah).(litbangtan/234)

BERITA TERKAIT