Agar Telur Ikan Cupang Tidak Dimakan Induknya

Kamis, 31 Oktober 2019, 21:26 WIB

. Jika indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan oleh si betina. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Ikan cupang (Betta sp) merupakan ikan hias cantik dan banyak dipelihara. Ikan cupang banyak ditemukan di sekitar kawasan Asia Tenggara, seperti di negara Malaysia, Kamboja, Thailand, Brunai Darusalam, Vietnam dan Indonesai. Di Indonesia sendiri ikan cupang banyak ditemukan di sekitar sungai-sungai Pulau Kalimantan dan Sumatra. Selain Ikan cupang terkenal dengan warnanya yang cantik, ikan ini juga memiliki sifat agresif yang tinggi apalagi di saat musim kawin ikan cupang tiba.

Kecantikan ikan cupang membuat siapa saja yang melihat ingin memelihara dan membudidayakannya. Tidak terlalu susah untuk membudidayakan ikan ini, karena perawatan dan makanan ikan makanan ikan cupang mudah didapatkan. Untuk makanan ikan cupang,kita bisa memberikan pelet ikan berukuran kecil, jentik-jentik nyamuk,cacing sutra,kutu air,dan serangga kecil.

Budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas. Untuk tempat budidaya ikan cupang, kita bisa menyiapkan ember, aquarium kecil,maupun ember.  Untuk para pembudidaya ikan cupang pemula,  sering menghadapi masalah dimana telur ikan cupang dimakan oleh induknya. Dibutuhkan cara bagaimana supaya telur ikan cupang tidak dimakan.

Indukan ikan cupang dikenal akan memakan telurnya ketika  tidak dipisahkan  antara telur dengan indukannya. Cara yang paling mudah adalah kita memperhatikan gerak gerik dan gelembung air pada tempat pemijahan ikan cupang. Jika dilihat, ikan cupang yang dipelihara selalu berdampingan dan terlihat saling mengikat, itu karena ikan cupang betina sedang mengeluarkan telur dan ikan pejantan sedang membuahi telur dengan spermanya.

Pada saat seperti ini, bisa dilihat ikan cupang betina membuat gelembung air yang berisi telur ikan cupang. Setelah pemijahan ini selesai sekitar 1-2 jam,  bisa dilihat banyak gelembung air di permukaan.   Setelah indukan jantan membuat gelembung, lanjutkan dengan memasukkan indukan betina bersama. Adapun, waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore hari. Kondisi ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, tutuplah wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising untuk membuat mereka nyaman.

Setelah beberapa hari sejak pembuahan, angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak  atau anakan ikan adalah cupang jantan. Nantinya, si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi dengan mulutnya. Jika indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan oleh si betina. Jadi bukan telurnya yang dipindah.

Telur ikan cupang akan menetas dengan sendirinya setelah 3 hari. Masukan anakan ikan cupang ke dalam aquarium dengan disediakan gelembung udara agar telur ikan cupang tidak menempel satu sama lain. Telur-telur akan menjadi burayak. Setelah Burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur mereka. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga anakan.

Tiga hari terhitung sejak telur menetas, bisa diberikan kutu air (moina atau daphnia) di akuarium. Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada anakan.

Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas.  Burayak  sudah dapat dipindahkan pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk. (234)