Menanam Buah Para Raja dan Bangsawan di Pekarangan Rumah

Minggu, 09 Pebruari 2020, 11:11 WIB

Anggur Ninel cocok ditanam di iklim tropis seperti Indonesia. Dan bisa di pekarangan rumah asal ada sinar matahari cukup. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Anggur dikenal sebagai buah raja dan bangsawan. Sebagai buah mewah, karena harganya yang lumayan mahal, anggur juga memiliki ragam khasiat, seperti bisa mencegah kanker, penyakit jantung serta melawan penuaan dini. 

Biaya membudidayakan anggur ternyata tidak semahal harga jual yang harus dibayar oleh konsumen. Tanaman Anggur tidak rewel karena tidak harus ditanam di areal khusus. Tidak perlu di kebun, tapi bisa di pekarangan rumah asal ada sinar matahari cukup.

Pembudidaya Anggur Rio Aditya asal Bantul, Yogyakarta, memilih Anggur Ninel yang berasal dari Ukrania dan membudidayakannya sejak 2014 karena dianggap punya banyak nilai lebih dibanding jenis anggur lain.  Dari sisi ukuran, cukup besar dibanding buah anggur lainnya yakni rata-rata panjangnya 3 cm. Begitu juga tingkat kemanisannya atau nilai gula asamnya yang mencapai 22 brix, sedangkan  rata-rata anggur jenis lainnya sekitar 18 brix.

Meski berasal dari Ukrania,  jenis anggur ini ternyata bisa ditanam di iklim tropis seperti Indonesia. Untuk bisa menghasilkan buah anggur ninel yang manis, selama masa tanam harus terkena sinar matahari sekitar 60%.

Rio yang belajar budidaya anggur secara autodidak  di lahan pekarangan rumahnya, kini ia sudah bisa memanen setiap hari.  Berikut tips budidaya Anggur Ninel yang diberikan Rio Aditya:

Daerah tempat menanam ninel.  Rio sarankan anggur ninel tidak ditanam di daerah dengan ketinggian di atas 700 mdpl. Semakin tinggi tanaman anggur ditanam, tingkat kemanisannya bakal berkurang. Anggur butuh mandi matahari sepanjang hari.
 
Rajin membuang tunas air yang ada di ketiak daun. Tujuannya adalah supaya tanaman anggur cepat menjalar dengan cepat dan tidak menjadi kerdil. Proses pembuangan tunas itu harus sudah dilakukan saat tanaman masih kecil.
 
Buat lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm, dan kedalaman yang sama.  Lubang diisi dengan campuran 50% tanah, 25% sekam dan sisanya pupuk kandang.  Pilih tanah yang gembur, unsur hara banyak. Baru kemudian ditanam. Tanahnya jangan pakai tanah yang bekas dipakai untuk menanam.
 
Menyiram, dan memberikan pupuk. Tak perlu menggunakan pestisida.  Pupuknya hanya NPK, yang masih kecil dua minggu sekali setengah sendok teh dicairkan kemudian disiramkan di media tanam. Pupuk kandang diberikan enam bulan sekali. Rio memberikan pupuk kandang dari kotoran kambing dan dua hari sekali menyirami.
 
Setelah tiga minggu, bibit Anggur Ninel diberi kembali pupuk supaya pertumbuhannya bisa terjaga. Langkah berikutnya tinggal mengawasi perkembangan bibit.  Saat tumbuh, tunas air di ketiak daun harus dibuang. Setiap ujung pohong perlu dipangkas. Pemangkasan ini perlu dilakukan agar pohon berbuah lebat. Setelah dipangkas, nantinya akan muncul bunga. Asal nutrisi bagus, nutrisinya rutin, akan tumbuh baik.
 
Setelah delapan bulan, tanaman Anggur Ninel mulai berbunga. Dan sekitar satu tahun mulai berbuah. Saat buah muncul dan masih kecil, ada baiknya membuang beberapa buah Anggur. Supaya buah Anggur Ninel bisa tumbuh besar mencapai ukuran 3 cm.  Saat panen ada baiknya ninel dibungkus untuk hindari hama lalat buah.   
 
"Anggur Ninel ini bisa cepat panen dan tidak rewel, cocok untuk yang mau belajar," ujar Rio  mempromosikan Anggur yang berwarna merah marun, andalannya. (234-dari berbagai sumber)

BERITA TERKAIT