Mengendalikan Hama Kelelawar pada Lengkeng

Jumat, 19 Juni 2020, 10:13 WIB

Lengkeng dibungkus menggunakan anyaman bambu. | Sumber Foto: Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Lengkeng (Dimocarpus longan) adalah salah satu tanaman buah tropis banyak manfaat, di antaranya kaya kandungan antioksidan polifenol dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Salah satu sentra penghasil lengkeng terbesar di Indonesia adalah Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Temanggung, Semarang, Magelang, Blora, Jepara, Wonogiri, dan Karanganyar.

POPT LPHP Temanggung, Tri Wahyuni, mengungkapkan varietas lengkeng yang banyak dikembangkan di wilayah tersebut antara lain Itoh Super, Diamond River, Pingpong, dan Kateki. Hanya saja ketersediaan buah lengkeng ini sangat dipengaruhi oleh keberadaan OPT. "Terutama kelelawar yang dapat mengakibatkan gagal panen," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6).

Tri menyarankan untuk menghindari serangan kelelawar, dilakukan pemberongsongan buah dengan anyaman dari bambu. Cara lain dengan membuat jaring pengaman di sekitar kebun/di atas tanaman. "Hewan ini biasanya menyerang buah yang sudah matang di pohon saat fase penebalan daging buah, di saat warna biji sudah coklat. Serangan kelelawar dapat mengakibatkan gagal panen sehingga petani akan mengalami kerugian," bebernya.

Petani di Temanggung sendiri, lanjut dia, umumnya menggunakan brongsong dan ada juga yang menggunakan jaring. Penggunaan brongsong lebih disukai petani karena memudahkan saat panen dan tidak mengganggu fotosintesis daun.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayantie Yusuf, menyebut ada sejumlah cara pengendalian yang biasa dilakukan petani untuk menyelamatkan buah lengkeng dari serangan kelelawar. Pertama, lakukan pemangkasan ranting atau cabang pohon yang tidak produktif yang bisa dijadikan tempat singgah kelelawar.

Kedua, bungkus buah dengan brongsong plastik yang diberi lubang-lubang kecil atau menggunakan anyaman bambu, kain kasa, atau paranet. "Pembungkusan ini dapat melindungi buah dari jangkauan kelelawar," jelas Sri.

Langkah ketiga upayakan pengalihan aroma dengan bahan lain yang lebih tajam, seperti terasi atau ikan asin yang disebar di sekitar pertanaman lengkeng. Selain itu, bisa menggunakan belerang karena tidak disukai kelelawar. Belerang memiliki aroma menyengat.

Keempat, gunakan lampu penerang. Kelelawar merupakan binatang nocturnal (aktif pada malam hari) dan tidak menyukai kondisi yang terang. "Pemberian lampu penerangan yang secara ekstra bertujuan untuk mengganggu kenyamanan kelelawar," ungkap dia.

Kelima, lanjut Sri, pasang jaring jebakan yang diikatkan pada sebilah bambu dan dipasang di sekitar kebun lengkeng.

"Terakhir, manfaatkan suara ultrasonic guna mengganggu navigasi kelelawar. Suara ini mampu membuat kelelawar tidak nyaman berada di sekitar pertanaman lengkeng," sebut dia.

Sri menambahkan, pihaknya optimis lengkeng merupakan komoditas yang mempunyai prospek cerah. "Lengkeng adalah komoditas yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Banyaknya pengembangan budi daya lengkeng saat ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengelola penanamannya secara ramah lingkungan," pungkasnya. (357)