Meracik Pakan Lele Murah dan Kaya Manfaat

Selasa, 28 Juli 2020, 11:20 WIB

Dengan menggunakan probiotik dalam pakan lele, pertumbuhan lele menjadi lebih cepat sehingga dapat segera dipanen, ukuran seragam dan tidak bau lumpur /tanah. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Harga pakan ikan termasuk untuk lele semakin mahal. Hal itu tentu saja membuat para pembudidaya , termasuk pembudidaya lele harus memutar otak, bagaimana caranya agar keuntungan tetap bisa diperoleh. Salah satu solusinya adalah dengan membuat sendiri pakan lele yang murah tapi tetap memenuhi kebutuhan nutrisi lele hingga masa panen.

Beberapa pembudidaya lele yang biasa memberikan pakan komersial untuk budidaya lele mendapat hasil yang mengejutkan setelah mengaplikasikan probiotik. Dengan menggunakan probiotik pembudidaya lele mengaku bisa menekan FCR (Feed Conversion Ratio) dalam penggunaan pakan komersial hingga 1 kg untuk menghasilkan 1 kg lele. Selain itu penggunaan Probiotik juga bisa mempercepat waktu pemeliharaan.

Berdasarkan pengalaman di lapangan bisa diperoleh, dengan menggunakan probiotik pertumbuhan lele menjadi lebih cepat. Selain itu tingkat kematian lele juga kecil serta daging lele yang dipanennya menjadi lebih padat. Dengan probitotik bisa didapatkan hasil panen lele dengan kualitas yang baik. Hal ini di indikasikan dengan pertumbuhan lele menjadi lebih cepat sehingga dapat segera dipanen, ukuran lele seragam, dan tidak bau lumpur atau tanah.

Probiotik dengan mudah dapat diperoleh di toko pakan ternak dengan beberapa merk seperti : EM-4, Probiofish, Migro, Raja Lele dan lain-lain. Dengan campuran probiotik dan pelet akan membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging lele.

Namun aplikasi probiotik pada pakan lele ini memang menuntut ketelatenan. Pasalnya pembudidaya lele setiap hari harus melakukan pencampuran probiotik dengan pakan ikan. Pembudidaya lele sendiri melakukan pencampuran probiotik dengan pakan lele ini saat pagi hari yang kemudian digunakan untuk pemberian pakan pagi dan sore hari.

Empat sak pakan (120 kg) membutuhkan 1 liter probiotik yang khusus digunakan untuk campuran pakan lele. Meski membutuhkan biaya tambahan untuk pembelian probiotik namun Pembudidaya lele bisa mendapatkan keuntungan yang berlebih karena biaya pakan bisa ditekan. Para pembudidaya lele yang sudah mengetahui cara pencampuran pakan dengan Probiotik dan Vitamin C yang benar biasanya semakin yakin untuk terus melakukannya.

Ada beberapa keuntungan pencampuran pakan dengan probiotik dan vitamin C ini, yaitu :

Penggunaan Pakan lebih Hemat

Karena setelah pakan direndam dengan probiotik dan vitamin C yang dicampur dengan Air dengan perbandingan 1 : 1, pakan bisa menjadi dua kali lipat jumlahnya. Hal ini karena pellet dicampur dengan air, vitamin dan probiotik dengan perbandingan Pakan dan Air 1 dibanding 1. Sehingga pakan 1 kg bisa menjadi 2 kg dan pakan 1 sak (30an kg) bisa menjadi 60 kg dengan pakan yang memuai.

Pakan bisa langsung dicerna oleh usus ikan

Perendaman pakan dengan air menyebabkan pellet menjadi lebih lembut dan lebih mudah untuk dicerna.

Tekstur Pellet lebih Lembut

Karena pellet sebelum direndam biasanya cenderung teksturnya lebih keras. Setelah perendaman teksturnya akan lebih lembut sehingga menjadi mudah untuk dicerna dan diserap nutrisinya oleh lele.

Lebih menghemat energi bagi ikan

Dengan tekstur pakan sesudah direndam yang lembut ketika pakan ada di dalam usus bisa langsung dicerna sehingga lele tidak membutuhkan energi lebih untuk menghancurkan pellet ini. Pellet yang lembut ini bisa langsung diserap oleh saluran pencernaan lele.

Menambah Nutrisi pakan

Dengan penambahan Probiotik, saluran pencernaan lele akan lebih baik karena probiotik ini bisa langsung diserap sekaligus didalam saluran pencernaan ikan ketika pakan dimakan oleh lele . Didalam probiotik ini banyak mengandung bakteri yang menguntungkan bagi usus ikan. Begitu juga apabila dicampur dengan vitamin C, daya tahan tubuh lele bisa meningkat.

Merangsang Nafsu Makan Lele

Probiotik terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan lele. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan lele juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan lele bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan.

  • Pertumbuhan lele menjadi lebih cepat akibat nafsu makannya meningkat dan penyerapan pakan bisa lebih maksimal.
  • Tingkat kematian lele juga kecil serta daging ikan yang dipanen menjadi lebih padat
  • Bagus untuk pemeliharaan air kolam sehingga air kolam tidak gampang bau karena lumpur diproses secara alami oleh bakteri menguntungkan yang terdapat dalam probiotik tersebut.
Cara Penggunaan Probiotik

Ada dua cara penggunaan probiotik yang bisa dimanfaatkan pembudidaya lele  untuk mendongkrak hasil kolam budidayanya yaitu:


Digunakan di dasar Kolam/diaplikasikan ke air kolam.

Probiotik selain menambah nutrisi pakan lele juga bisa digunakan untuk menggemburkan tanah apabila diaplikasikan didasar kolam. Selain penggemburan dasar kolam ini probiotik juga bisa sekaligus memelihara kualitas air ketika kolam diisi air nanti. Terlebih lagi ketika probiotik ini juga diaplikasikan ketika ada air dikolam budidaya. Cara aplikasinya sangat mudah, probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.

Dicampur ke Pakan Lele

Pencampuran Probiotik dengan pellet selain untuk memacu pertumbuhan ikan sendiri sekaligus juga bisa membentengi dari kemungkinan terkena penyakit atau stres. Karena dengan pencampuran probiotik itu ke pakan, pakan pelet ini juga mengandung bakteri-bakteri menguntungkan dari probiotik tadi.

Selain pada budidaya pembesaran lele, probiotik juga bisa digunakan pada pembenihan dan pembesaran lele. Dengan pemberian probiotik, pertumbuhan serta daya tahan lele menjadi jauh lebih baik dan tingkat kematiannya rendah.

Probiotik ini diibaratkan sebagai benteng pertahanan diri bagi tubuh lele  sehingga sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya. Cara ini tentunya sangat bagus untuk dicoba, dan buktikan sendiri manfaatnya.(234- deptan.go.id).