Tips Memilih Bibit Ayam Kampung

Senin, 10 Agustus 2020, 09:49 WIB

Dengan memahami cara memilih bibit dengan tepat, setidaknya Anda sudah satu tahap mencapai keberhasilan dalam menjajal peluang usaha ternak ayam kampung. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET --  Dalam kegiatan usaha budidaya ayam kampung, pemilihan bibit adalah salah satu kunci sukses budidaya. Jika dipelihara dengan baik dan terarah, ayam kampung jenis apapun akan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Meskipun ayam kampung secara umum tidak memiliki ciri-ciri khusus dalam hal warna bulu atau bentuk badan, namun seleksi atau pemilihan DOC/bibit ayam yang akan diternakkan harus dilakukan dengan cermat. Bibit yang baik akan menentukan percepatan perkembangan dan keberhasilan dalam usaha budidaya ternak ayam kampung.

Bagi pelaku usaha professional, daging ayam kampung dianggap lebih prestise dari pada daging ayam pedaging. Itu sebabnya hingga kini nama besar macam mbok berek atau gudeg khas Jogja macam yu Djum tidak pernah berpindah dari daging ayam kampung.

Selain lebih prestis daging ayam kampung dianggap lebih legit dengan daging lebih liat dan kandunga nutrisi yang lebih padat. Daging liat ini menunjang untuk mereka yang memasak ayam untuk proses panjang macam gudeg.

Untuk itulah mencoba usaha ternak ayam kampung adalah salah satu pilihan memikat dalam memulai sebuah usaha. Pasar tersedia sangat luas, suplai bibit dan indukan juga sangat banyak dengan tenik pemeliharaan yang justru lebih mudah dari jenis ayam pedaging yang rentan penyakit.

Ciri-ciri DOC/bibit ayam kampung yang baik untuk di budidayakan :

  • Pemilihan bibit dapat dilakukan dengan memilih calon indukan yang sejenis, yaitu bentuk badan seragam, besar kecilnya seukuran dan umurnya tidak terpaut jauh.
  • Sebaiknya calon induk telah berumur paling tidak 7 bulan. Calon bibit tersebut sebaiknya secara turun temurun memiliki sifat-sifat pembawaan yang baik dan sehat, tidak berpenyakit,
  • Indukan tidak terdapat bagian tubuh yang cacat, berasal dari kelompok atau kawanan ayam yang terpilih, pertumbuhan badannya baik dan hasil telurnya banyak.
  • Tingkah lakunya gembira, gerakan tangkas dan aktif,
  • Nafsu makan baik dan aktif mencari makan sepanjang hari,
  • Tidak takut didekati manusia,
  • Suaranya ramai saat didekati dan diberi pakan,
  • Bulu ayam kelihatan mengkilap dan cerah.

Bila Anda menjalankan peluang usaha ternak ayam kampung dengan cara professional bukan tidak mungkin akan menjadi penguasa pasar di daerah Anda.

Istimewanya, meski suplai terbatas, pasar untuk ayam kampung seakan tidak ada habisnya. Permintaan datang dari banyak kelompok, mulai dari konsumen rumahan, hingga pasar resto, warung makan hingga usaha perhotelan.

Dengan memahami cara memilih bibit dengan tepat, setidaknya Anda sudah satu tahap mencapai keberhasilan dalam menjajal peluang usaha ternak ayam kampung.(234)

BERITA TERKAIT