Memilih Induk dan Mengawinkan Ayam Kampung

Senin, 14 Desember 2020, 10:41 WIB

Budidaya ayam kampung yang sukses bermula dari pemilihan indukan yang unggul | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Ayam kampung adalah salah satu jenis ayam yang paling diminati masyarakat karena dagingnya lebih bernutrisi dan lezat. Nama ayam ini diambil dari ciri khasnya yang biasanya hidup di perkampungan. Ayam ini hidup lebih alami dibanding ayam petelur atau ayam boiler yang cara budidayanya sudah melibatkan bahan kimia. Dilihat dari segi kesehatan, ayam ini lebih aman dikonsumsi. Apalagi kalau kamu membudidayakan ayam ini sendiri.

Budidaya ayam kampung yang sukses bermula dari pemilihan indukan yang unggul agar bisa memberikan keturunan yang baik. Perhatikan ketentuan indukan yang baik berikut ini:

 

  • ayam memiliki sifat riang dan gembira, penampilan yang lincah
  • besar dan sehat, dan memiliki berbagai gerakan yang lincah, tidak malas bergerak, ayam senantiasa jinak atau tidak takut dengan orang.
  • Memiliki bulu yang bagus, soalnya ayam pertama dinilai adalah bulu, jika bulu jelek, berarti kulit ayam juga tidak sehat, dan pastinya ayam tersebut tidak baik buat dijadikan induk yang akan di andalkan untuk tindak lanjut kedepan.
  • Ketika tidur malam ayam tidak sering bangun dan teriak2, ayam yang baik dalah ayam yang selalu tidur nyenyak.
  • Susunan sisik pada kaki rapih, dan tidak ada kelainan pada susunan kulit, seperti kerusakan pada kulit, dan sisik harus lah teratur (tersusun baik)
  • Memiliki dada yang tegap.
  • sayap tidak terkulai ke bawah, ayam yang baik adalah mempunyai sayap yang rapat dengan tubuh ketika ayam santai.
  • memiliki leher yang bagus (tidak terlalu panjang atau pendek)
  • Otot dada montok, dan otot paha kuat, kalau berdiri ayam akan terlihat tegap.
  • Paruh kuat, tebal dan tidak terlalu panjang kedepan.
  • Indukan jantan harus bisa berkokok dengan lantang, bulunya mengkilap, aktif bergerak, sehat, dan tidak ada cacat
  • Indukan betina harus memiliki warna yang menarik, bulunya mengkilap, ukuran tubuh besar, siap kawin, aktif bergerak, sehat, dan tidak ada cacat

Setelah indukan ditempatkan di kandang, mereka akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk beradaptasi. Selama masa adaptasi, jangan lupa untuk terus memberikan makanan tambahan. Proses perkawinan tidak bisa dipercepat karena terjadi secara alamiah saat indukan memang telah siap kawin.

Tidak ada patokan perbandingan antara jantan dan betina, tapi kamu bisa mengisi satu kandang dengan 1 jantan dan 10 betina

Indikator keberhasilan perkawinan bisa dilihat dari perilaku ayam betina yang jadi lebih rewel dan terus berkokok. Kalau sudah seperti itu, kamu harus memisahkan ayam betina dan menempatkannya di tempat khusus untuk bertelur. Telur yang dihasilkan biasanya 5-14 butir dalam sekali bertelur.(234)

BERITA TERKAIT