Memilih dan Menangani Indukan Gurame

Selasa, 22 Desember 2020, 21:04 WIB

Salah satu proses awal dalam budidaya ikan gurame adalah pemilihan indukan. | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- Ternak ikan gurame selalu menjanjikan untuk digeluti. Bagaimana tidak ikan satu ini merupakan hidangan mewah di setiap restoran atau rumah makan hampir di seluruh Indonesia. Namun, untuk melakukan budidaya tidak semudah itu, tentu ada panduan yang harus dilakukan oleh para penggiat budidaya ikan gurame agar dapat mendulang kesuksesan.

Ikan Gurame adalah salah satu jenis ikan air tawar. Ikan ini biasanya dikonsumsi untuk kebutuhan kuliner, karena rasanya yang terkenal lezat. Harga jenis ikan ini di pasaran relatif stabil, bahkan dapat terus meningkat dari tahun-ke tahun.

Di Indonesia, budidaya ikan gurame banyak dikembangkan di daerah-daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Purwokerto, Ciamis, Magelang, Pakayumbuh (Sumatera), dan Manado.

Permintaan yang cukup tinggi akan produksi ikan ini menjadi motivasi bagi para peternak tersebut. Selain karena rasanya yang sangat lezat, ikan ini juga mengandung aneka protein dan vitamin yang mendukung kesehatan tubuh. 

Salah satu proses awal dalam budidaya ikan gurame adalah pemilihan indukan. Indukan gurame yang siap dipijahkan adalah yang telah berusia 4-7 tahun, dengan bobot 1,5-2 kg per ekor. Pada rentang usia tersebut gurame sedang dalam masa produktifnya.

Ciri-ciri gurame yang siap dipijahkan adalah memiliki perut yang besar dan dekat dengan anus. Memiliki warna badan yang lebih gelap dan agak pucat, serta gerakannya lincah.

Cara Memilih Indukan Ikan Gurame 

1. Indukan Harus Berpasangan

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih indukan ikan gurame adalah jenis kelaminnya. Usahakan jenis kelamin indukan harus berpasangan. Untuk itu, anda wajib mengetahui perbedaan antara gurame jantan dan betina.

Ikan gurame jantan dapat diketahui dari bentuk dahinya yang menonjol, dagu tebal, ujung sirip ekor membundar, tulang insang berwarna kuning, dasar sirip berwarna putih serta perut terlihat meruncing.

Ikan gurame betina memiliki ciri berupa bentuk dahi yang rata, dagu tidak tebal, ujung sirip ekor rata, tutup insang berwarna putih kecokelatan, dasar sirip hitam dan perut membundar. 

2. Pertumbuhan Badan yang Cepat

Indukana gurame yang baik adalah yang memiliki pertumbuhan yang baik dan cepat. Bentuk ikan juga harus ideal, baik berupa panjang tubuh dan beratnya. Ciri lain yang menandakan pertumbuhannya baik adalah ukuran kepala relatif kecil, kulit licin dan mengkilap, warna sisik cerah, ikan bergerak aktif serta tidak adanya luka dan cacat fisik.

3. Perhatikan Dagu Ikan Gurame Jantan

Kualitas ikan gurame dapat ditentukan dari bentuk dagunya. Ikan gurame jantan yang akan dijadikan indukan haruslah memiliki bentuk dagu yang tebal dan besar. Dagu indukan jantan harus kuat dan lebar karena akan digunakan sebagai tempat penyimpanan telur.

4. Perhatikan Kondisi Sisiknya

Selain dagu, sisik ikan gurame juga harus diperhatikan dengan baik. Ikan gurame yang akan dijadikan indukan haruslah memiliki sisik yang tertata rapi, tidak terkelupas maupun terluka serta bebas dari penyakit.

5. Cukup Umur

Hal terakhir yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih indukan gurame adalah umur ikan tersebut. Pastikan bahwa calon indukan sudah cukup umur, yakni untuk jantan harus berusia 4 tahun atau dengan bobot 2-3 kg. Sedangkan untuk yang betina harus berusia 3 tahun dengan bobot 2-2,5 kg.

Gurame yang siap dipijahkan perlu ditempatkan sendiri dari ikan-ikan lainnya. Karena itu perlu dipersiapkan satu kolam lagi untuk proses pemijahan tersebut. Usahakan kolam tersebut tidak berlumpur dan dasarnya bersedimen pasir.

Karena gurame indukan ini biasanya cukup lincah dan banyak bergerak, upayakan kedalaman kolam di atas 80 cm. Pada kolam untuk pemijahan tersebut perlu diberi semacam sosog yang terbuat dari bambu lalu ditancapkan pada kolam. Sosog ini fungsinya cukup penting, yakni sebagai sarang untuk telur gurame indukan. (234)