Menumbuhkan Plankton Pada Tambak Udang

Senin, 17 Mei 2021, 08:26 WIB

Plankton sudah tersedia di lahan tambak sehingga dapat langsung dikonsumsi oleh udang. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Dengan permintaan pasar yang cukup tinggi,  budidaya udang menjadi bidang usaha yang cukup menggiurkan. Selain rasanya yang khas dan lezat udang memiliki kandungan protein  tinggi sehingga banyak dicari untuk dikonsumsi.

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan pembudidaya udang adalah pemberian pakan yang tepat. Pada budidaya udang tradisional, petani memanfaatkan pakan alami seperti klekap, lumut, dan plankton. Pakan alami ini sudah tersedia di lahan tambak sehingga dapat langsung dikonsumsi oleh udang sehingga para petani tidak perlu repot memberi pakan secara manual.

Kecuali untuk skala  lebih besar, barulah para petani tambak menggunakan pakan buatan dan pemberian pupuk sehingga hasil produksi semakin meningkat.

Plankton adalah organisme renik yang bergerak mengikuti arus yang hidup di samudera, laut maupun di air tawar. Organisme ini merupakan produsen utama di perairan, karena mereka dapat merubah bahan anorganik di lingkungannya menjadi senyawa organik. Plankton juga merupakan organism terterpenting di dunia, karena mereka menjadi sumber makanan untuk kehidupan bawah air.

Jika ingin memanfaatkan plankton sebagai pakan alami bagi udang maka kita perlu mengembangbiakkan plankton di lahan tambak sehingga populasinya mencukupi sebagai ketersediaan pakan udang yang dibudidayakan.

Takar jumlah air dan komposisi pupuk secara cermat agar proses pengembangbiakan plankton berhasil. Kadar air yang digunakan harus mencukupi agar plankton tumbuh dengan baik dan pesat sesuai kebutuhan. Selain itu diperlukan pula komposisi yang tepat antara pupuk nitrogen (N) dan pupuk fosfor (P) dengan  perbandingan pupuk nitrogen dan fosfor sebanyak 3:1 agar bisa dihasilkan plankton yang baik untuk pertumbuhan udang.

Berikut cara menumbuhkan plankton jenis alga diatomae pada tambak udang :

  • Keringkan lahan yang akan digunakan. Biasanya membutuhkan waktu 3-5 hari.
  • Isi lahan dengan air yang baru sebanyak 50 cm atau lebih (sekitar 70-100 cm akan lebih baik). Kita dapat menggunakan air laut ataupun memanfaatkan air dari tandon.
  • Buat meja kayu sederhana dan taruh di dalam air dengan kedalaman 15-20 cm di bawah permukaan air. Letakkan di sekitar pinggiran tambak dekat arah datangnya angin sebagai tempat untuk menaruh pupuk yang digunakan untuk membantu pertumbuhan plankton. Gunakan meja kayu berukuran 0,85×0,85 cm untuk lahan 1 hektar.
  • Sediakan pupuk urea dan pupuk TSP dengan takaran masing-masing 2.065 dan 1.097 gram per meter kubik air.
  • Kedua jenis pupuk ini dicampur dan diletakkan di atas meja kayu yang telah disediakan.
  • Pupuk secara perlahan akan tercampur dan tersebar ke dalam air untuk menunjang pertumbuhan plankton.
  • Pantaulah, apakah kegiatan ini sudah berhasil atau belum dengan memperhatikan kecerahan air. Jika plankton tumbuh sesuai harapan maka fitoplankton akan membuat lahan tambak berwarna hijau sehingga jika dimasukkan secchi disk sebagai pengujinya maka secchi disk ini tidak akan tampak lagi pada kedalaman 30 cm.
  • Namun jika kurang atau lebih, menunjukkan bahwa jumlah pupuk yang dimasukkan kurang ataupun lebih dari yang diperlukan. Untuk itu kita perlu menambah atau mengurangi pupuk yang digunakan sehingga dihasilkan plankton dengan jumlah yang ideal.

Dengan langkah di atas plankton akan tumbuh dengan pesat dan dapat menjadi pakan alami bagi udang yang kita budidayakan. Udang akan tumbuh dengan baik dan hasil produksi tambak pun meningkat.(234-dari berbagai sumber)