Menyambut Idul Adha 2021, Tips Memilih Hewan Kurban

Jumat, 02 Juli 2021, 07:18 WIB

Menjelang Idul Adha 2021, pedagang memajang hewan kurban. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan bertemu kembali dengan hari raya Idul Adha. Perayaan Idul Adha selalu diikuti dengan penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban di Indonesia, biasanya adalah hewan ternak sapi, kambing, atau domba.

Pastinya, akan ada banyak para pedagang hewan kurban, baik di pinggir jalan ataupun peternakan yang memajang hewan kurban. Bagi mereka yang akan membeli hewan kurban, harus mengetahui kriteria hewan ternak yang layak untuk dijadikan kurban.

Dalam Islam, memilih hewan kurban tidak boleh sembarangan. Kamu harus memperhatikan amalan atau syarat, dan termasuk kondisi serta kualitas hewan kurban. Lantas bagaimana sih cara memilih hewan kurban yang tepat?

Secara umum, hewan yang akan dijadikan kurban haruslah halal secara Islam dan sehat. Syarat hewan kurban yang diperbolehkan oleh syariat islam adalah bahimatul an’am (binatang ternak). Jenis-jenis hewannya adalah unta, sapi, kambing, dan domba. Tentu tidak diperbolehkan jika hewan dalam keadaan sakit.

Syarat yang kedua ialah bagaimana status kepemelikan hewan dan proses bagaimana kita mendapatkan hewan tersebut. Hewan kurban harus didapati dengan cara halal dan bukan merupakan hewan curian atau dibeli dari hasil uang haram, seperti hasil judi dan riba misalnya.

Untuk mendapatkan hewan kurban yang tepat, memenuhi syarat dan sehat, berikut tips memilih:

1. Hewan kurban sudah cukup umur

Cara memilih hewan kurban yang baik dan benar yang berikutnya dengan memerhatikan usia dari hewan kurban tersebut. Untuk kambing dan domba usia cukupnya adalah 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau adalah 22 bulan.

Cara mudah untuk kamu yang ingin mengetahui usia hewan kurban adalah mengecek gigi hewan tersebut. Jika usianya sudah cukup untuk disembelih, giginya pasti sudah berganti atau tanggal (dua gigi susu di depan).

Kemudian, warna gigi hewan ternak pun terlihat lebih gelap. Hal ini menandakan bahwa gigi susu hewan tersebut sudah berganti yang menandakan bahwa hewan tersebut cukup dewasa untuk disembelih.

2, Pilih hewan yang sehat

Cara memilih hewan kurban yang baik dan benar berikutnya dengan memilih hewan kurban yang sehat. Pastikan matanya cerah dan tidak berair. Kemudian, pada bagian hidung terlihat basah dan berair, bulunya bersih dan tidak kusam. Hewan-hewan ternak tersebut pun tidak demam, tidak lemas, diare, hingga tidak nafsu makan.

Cek juga napas dan detak jantungnya yang normal, serta nafsu makannya pun normal. Selain itu, lubang kumlah bersih dan berwarna merah mudah. Refleks bagus (tidak ada warna merah atau cairan yang mencurigakan pada mata), serta refleks mata/pupil bagus.

Saat di lokasi pembelian, perhatikan pula hewan Qurban melalui mata, hidung, dan anus. Cari hewan yang bersih pada bagian mata. Kelopak mata yang berwarna pucat atau kuning tidak disarankan karena hewan yang sehat memiliki kelopak mata bagian dalam dengan warna pink. Kemudian Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan yang pada umumnya berwarna merah terang. Selain itu yang terpenting adalah proporsi tubuh yang standar, untuk sapi dan kerbau tulang punggung harus relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal.

Lihat melalui kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang. Yang terakhir adalah anus, jika pada bagian anus kotor maka hewan tersebut sedang mengalami diare. Perlu diingat juga, janganlah membeli hewan Qurban yang memiliki korengan karena hewan tersebut mengidap penyakit kulit sceabie yang disebabkan oleh tungau, dan kutu kecil.

3. Tidak ada cacat

Cara memilih hewan kurban yang baik dan benar selanjutnya adalah pastikan hewan kurban tidak mengalami kecacatan. Hewan kurban yang mengalami kecacatan akan membuat kurban tidak sah.

Misalkan, hewan kurban ada yang buta sebelah atau benar-benar tak bisa melihat, sakit, pincang, dan sangat kurus sampai sumsu tulangnya tidak ada. Jika tidak sah, itu berarti hewan kurban yang tergolong di atas hanya memiliki stastus daging biasa bukan menjadi kurban.

4. Nafsu makan yang baik

Sapi kurban atau hewan kurban yang sehat sudah pasti memiliki nafsu makan yang baik. Lebih baik lagi jika Anda menanyakan tentang Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai acuan kesehatan hewan tersebut.

Hewan kurban yang memiliki nafsu makan yang baik pasti badannya gemuk, warna kulitnya cerah dan mengkilat. Kemudian, moncongnya pun kering tanpa ingus serta gelambir bagian lehernya kempis.

5. Tempat penjualan yang bersih dan terpercaya

Cara memilih hewan kurban yang baik dan benar berikutnya adalah memilih tempat yang bersih dan terpercaya. Hindari membeli hewan kurban yang diternak di tempat pembuangan sampah.

Sebab, dagingnya akan berpotensi mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia. Pilihlah hewan kurban yang diternak di lingkungan bersih dan jauh dari polusi udara. Hal ini tentu saja berpengaruh pada tingkat stress, sehingga dapat berimbas pada kesehatan tubuhnya.

6. Sesuaikan dengan kemampuan

Cara Memilih hewan kurban yang baik dan benar yang terakhir adalah sesuaikan dengan dana yang Anda miliki. Pada dasarnya, membeli hewan kurban bukanlah suatu keterpaksaan, namun kerelaan bagi yang mampu.

Tidak hanya itu, pelajari juga pembagian daging hewan kurban. Dalam aturan islam pembagian dibagi tiga, yakni  1/3 untuk dimakan oleh yang berkurban, 1/3 disedekahkan, dan 1/3 sisanya dihadiahkan kepada orang lain.(234)