Teknik Tepat Menetaskan Telur Bebek

Minggu, 15 Agustus 2021, 10:31 WIB

Dalam pemilihan telur untuk ditetaskan, pilihlah telur yang cangkangnya terlihat bersih, halus, serta tebalnya merata supaya saat menetas bisa bersamaan. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONEY --  Terdapat beberapa jenis usaha penetasan telur seperti penetasan telur ayam, penetasan telur puyuh, penetasan telur bebek dan yang lainnya. Namun, penetasan telur bebek dirasa lebih potensial mengingat masyarakat yang menggelutinya pun belum sebanyak penetasan telur ayam.

Terlebih saat ini bebek merupakan unggas yang memang banyak dipelihara untuk diambil telurnya. Jadi, dalam pencarian bibit telur yang akan ditetaskan nantinya pasti tidak akan kesulitan.

Sebelum memulainya, Anda harus menguasai teknik penetasan telur bebek dengan baik. Tujuannya, usaha yang dijalankan nantinya dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kerugian.

Memilih telur yang berkualitas

Dalam pemilihan telur untuk ditetaskan, sebaiknya jangan memilih telur yang cangkangnya terlihat terlalu putih atau malah terlalu biru. Sebab, telur yang cangkangnya putih itu kemungkinan DOD-nya kecil, sedangkan yang terlalu biru biasanya cangkangnya susah pecah dikarenakan lebih tebal.

Carilah telur dalam keadaan bagus. Pilihlah telur yang telah berumur kurang dari 4 hari sebab bila sudah lebih dari itu biasanya kualitas telurnya sudah menurun. Telur yang seperti ini akan kurang bagus jika ditetaskan.

Pilihlah telur yang cangkangnya terlihat bersih, halus, serta tebalnya merata supaya saat menetas bisa bersamaan.

Bila telur yang akan ditetaskan sudah disiapkan, proses selanjutnya adalah penetasan. Namun, sebelum melakukannya, Anda harus menyiapkan mesin tetas. Setelah semuanya telah disiapkan, berikut langkah-langkah penetasan telur bebek.

Mengatur suhu dalam keadaan stabil. Untuk telur bebek yang berumur 1—24 hari, aturlah suhu 38°C (99°F – 101°F). Untuk telur bebek yang berumur 25—28 hari, bisa diturunkan suhunya antara 1°F sampai 2°F.

Mengatur kelembapan mesin

Mengatur kelembapan mesin merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk mesin tetas yang otomatis sudah ada pengaturan kelembapannya, yaitu dari umur telur 1—25 hari antara 55% sampai 65%, lalu bila sudah menginjak hari ke-26 kelembapan sebaiknya dinaikkan menjadi 75%.

Sementara itu, untuk mesin tetas sederhana untuk mengatur kelembapan suhu bisa dengan menaruh baki yang diisi air kemudian diletakkan di bawah rak telur dan untuk menambah kelembapannya bisa dengan cara menyemprotkan air ke telur-telur tersebut dan kemudian diangin-anginkan.

Candling atau meneropong telur dengan lampu

Candling merupakan teknik pemeriksaan kondisi telur yang dilakukan dengan menggunakan teropong telur. Telur yang terlihat kosong atau mati bisa segera disingkirkan. Dalam pemeriksaannya tersebut bisa dilakukan 3 kali. Pemeriksaan pertama dilakukan pada hari ke-4. Pemeriksaan kedua dilakukan pada hari ke-10, lalu pemeriksaan yang terakhir dilakukan pada hari ke-20.

Menjaga posisi telur

Posisi telur memang harus diperhatikan dengan baik. Menjaga posisi telur bisa dengan membaliknya secara teratur dan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama. Selain itu, jangan terlalu lama membuka mesin tetas sebab bisa berpengaruh pada suhunya yang bisa turun dan efeknya telur bisa tidak menetas

Menetaskan telur bebek adalah sebuah proses yang lebih menantang jika dibandingkan dengan penetasan telur ayam. Jika di awal percobaan, Anda mendapati tingkat keberhasilan penetasannya masih rendah, jangan berputus asa. Ulangi lagi proses penetasannya. Selalu catat Angka-angka pembacaan pada Suhu dan Kelembaban di setiap harinya, lalu buatlah penyesuaian sampai Anda dapatkan tingkat keberhasilan penetasan yang lebih baik. (234)

BERITA TERKAIT