Prinsip Pupuk dan Memupuk

Rabu, 16 November 2022, 21:37 WIB

Kita dapat membuat sendiri pupuk kompos dari sampah rumah tangga dengan mudah. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Pak Tani, Wayan Supatmo kembali memberikan tips terkait pupuk. Mungkin karena belum tahu dan memahami hal pupuk. Apalagi mempraktikkan dengan pemupukan yang baik dan benar. Tanpa punya dasar dan maksud tujuan dari memupuk.

Banyak petani remis bahkan merugi. Karena bertani dengan emosi, non logis, memakai pupuk kimia mahal berlebihan atau sama sekali tanpa memakainya.

Prinsipnya hal pupuk kaitan dengan tanaman adalah :

1. Tanaman butuh pH 7 netral.

Agar tidak terjadi keracunan yang ditandai daun menguning dan akar membusuk jika pH rendah (masam). Jika pH netral maka efektifitas pupuk optimal. Karena jika pH netral terikat unsur Al, Mn, Fe. Contoh penetral pH adalah Dolomit.


2. Tanaman butuh 16 unsur hara.

Tanaman tidak hanya butuh 3 unsur hara N, P dan K saja. Sehingga butuh pupuk organik penyedia 13 unsur hara. Terpenting butuh C organik nyawanya tanah media biak mikroba, flora dan fauna. Contoh, Organox dan Petroganik.

3. Tanaman butuh unsur hara makro kadar tinggi.

Tanaman jauh lebih banyak butuh unsur makro, dibanding hara mikro. Sehingga butuh pupuk kimia pemilik kadar tinggi NPK, jumlah seperlunya. Karena hanya pupuk kimia anorganik yang mampu punya kadar tinggi/unsurnya. Contoh, Phonska dan Mutiara.

4. Tanaman butuh pelindung tanaman, _supplier_ NPK dan reduktor logam berat.

Hanya pupuk hayati/mikroba yang bisa melindungi dari ancaman OPT patogen, perannya sebagai biopestisida (biocontrol) secara alami. Butuh strain mikroba penambat N, pelarut P dan K. Sehingga butuh pupuk hayati (biang mikroba). Tiada di pupuk organik dan anorganik. Contoh, Bio Extrim.

5. Tanaman butuh hormonal.

Hanya Auksin perangsang kuat agar banyak mata akar dan tunas baru. Sitokinin dan Giberelin yang mampu membelah sel secara kuadran (sitokinesis poliploidi) agar cepat jumbo. Itu semua hormonal/ZPT/fitohormon. Contoh, ZPT Hormax.

Bijak cerdasnya berimbang. Ada dolomit, pupuk organik, pupuk hayati dan pupuk kimia anorganik (seperlunya). Agar neraca hara terjaga dan jumbo karena peran hormonal. Biaya rendah hasil banyak. HPP jadi rendah. Laba berlimpah tambah.

Hal penting bahwa pupuk saling sinergis. Bukan antagonis. Tidak perlu dipertentangkan. Boleh dicampur. Yang tidak boleh jika pupuk dicampur dengan logam berat misal pestisida maupun herbisida. Utamanya pupuk hayati, karena kehidupan akan mati.

Tanaman butuh agroklimat sehat dan tanah subur. Indikatornya pH netral 7, kadar C Organik 4%, C/N Rasio 15 s/d 20, lengkap unsur hara makro mikro. Tiada patogenitas hama penyakit tiada logam berat berbahaya. Sehingga bisa sinergis dengan pembiakan mikroba fungsional non patogen, flora dan fauna.


Sumber : 
Wayan Supadno