Jeruk Imlek, Buah Beragam Makna

Kamis, 23 Januari 2020, 23:01 WIB

Jeruk Imlek diburu masyarakat Tionghoa menjelang perayaan Imlek. | Sumber Foto:Agronet

AGRONET -- Di pertigaan gang di Jalan H. Bona, Kampung Sasak, Limo, terlihat berbagai hiasan, lampion, dan ornamen didominasi warna merah. Daerah ini dahulunya merupakan kampung masyarakat Tionghoa di Depok, Jawa Barat.

Meski hiasan terlihat sederhana, tapi dapat menandai bahwa akan ada perayaan bagi warga Tionghoa. Ya, momen itu adalah perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina 2571 yang jatuh pada 25 Januari ini.

Imlek dirayakan oleh hampir seperempat warga di dunia, tersebar di berbagai negara dengan beragam tradisi. Ada yang merayakannya dengan pesta kembang api, berbagi angpao, ibadah, membersihkan rumah, tradisi makan bersama keluarga, dan sebagainya. 

Di Indonesia, khusus menu makanan, antara lain ada ikan kukus yang melambangkan kemakmuran, ada kudapan tepung beras atau disebut Nian gao. Ada juga buah jeruk yang boleh dikatakan wajib ada pada setiap Imlek. Buah jeruk dalam Imlek ini dipercaya membawa keberuntungan.

Jeruk dalam Bahasa Mandarin disebut “zhi” mirip dengan kata emas atau keberuntungan. Di samping itu jeruk yang umumnya berwarna kuning sama seperti emas dipercaya memberi keberuntungan di masa yang akan datang.

Dalam Imlek lebih sempurna lagi kalau jeruk dihidangkan masih ada daunnya, karena daun jeruk melambangkan panjang umur. Ada juga yang meyakini bentuk jeruk yang bundar, tidak berujung, sebagai simbol rizki terus mengalir tiada ujung dan akhir.

Pada perayaan Imlek di Indonesia, banyak ragam dan jenis jeruk yang dihidangkan. Seperti jenis jeruk Ponkam. Jeruk yang punya sebutan Chinese Honey Orange ini seukuran kepalan tangan orang dewasa. Aromanya yang harum membuat banyak orang tertarik.

Ada jeruk mandarin yang biasanya dijual di supermarket. Mudah dikupas karena kulitnya tipis. Jeruk mandarin ini masih satu varietas dengan jeruk Keprok.

Untuk hiasan di rumah saat Imlek, biasanya dipilih pohon dan buah jeruk kim kit atau jeruk Imlek. Biasanya juga pohon dan buah jeruk jenis Shusa.

Maka tidaklah heran, menjelang Imlek masyarakat Tionghoa memburu jeruk ini. Penjual pun betul-betul mendapat hoki, keberuntungan dari usaha menjual jeruk Imlek.

Di Jakarta, menjelang Imlek jeruk kim kit dapat diperoleh di daerah Kavling DKI, Meruya, Jakarta Barat. Untuk menuju ke sana relatif dapat dijangkau dengan mudah. Kalau bertanya alamat penjual jeruk ini, masyarakat sekitarpun langsung tahu karena sudah sangat terkenal.

Menempati lahan sekitar setengah haktare di Kavling DKI, Meruya, Frans, pria paruh baya itu, sudah lebih dari 10 tahun menggeluti bisnis jeruk Imlek ini. Jeruk langsung ia datangkan dari Cina sekitar awal Desember 2019 lalu.

Di tanah air sebenarnya ada jenis jeruk ini, tetapi hasil budidayanya tidak seperti jeruk dari Cina. Di negara asalnya jeruk ini betul-betul dikelola dengan serius dan sudah menjadi ladang bisnis.

Dari Cina, pohon-pohon jeruk itu sudah berbuah. Pohon sudah ditempatkan di dalam vas yang bercorak khas Tionghoa, seperti gambar naga.

Pria asli Kalianda Lampung itu pun berandai-andai, kalaulah ada pasokan jeruk ini menjelang Imlek tersedia dari dalam negeri tentu akan lebih mudah, dan harga transpor mungkin lebih murah. Bagaimana tidak, jeruk dari Cina ini dikirim di dalam kontainer selama 6 hari perjalanan melalui laut, ditambah waktu pengurusan perizinan, bongkar muat yang biasanya memakan waktu 1 sampai 2 hari.

Frans mengaku selalu bersyukur. Tahun ini ia mendatangkan lima kontainer jeruk Imlek, atau sekitar 4.000 batang, dan sudah hampir terjual habis. Tahun sebelumnya hanya empat kontainer. Peningkatan ini karena permintaan pasar dalam negeri semakin luas.

Pembelinya berasal dari toko-toko bunga berbagai wilayah di Jabodetabek. Kemudian mereka menjual kembali secara eceran antara lain di daerah Glodok, Kota Tua, Gajah Mada Jakarta, dan sekitarnya.

Untuk harga bervariasi, tergantung jenis dan ukuran. Kalau sudah dirangkai harga lebih tinggi sesuai dengan besarnya rangkaian pohon jeruk. Kadang ada saja pembeli tidak masalah dengan harga sepanjang kualitas dan mutunya sesuai. Ditambah pula jeruk Imlek ini dipercaya mereka membawa hoki.

Jeruk Imlek ini dapat dikenal melalui cirinya, antara lain warna kulit orange dengan aroma dan rasa daging buah yang khas. Kandungan kadar air relatif banyak dan terasa segar dikonsumsi. Uniknya jeruk ini pohonnya pendek dengan daun dan buah yang bisa lebat.

Jeruk Imlek dapat berbuah sepanjang masa. Bisa ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia, atau pun di wilayah non-tropis.

Selain dipercaya membawa keberuntungan, masyarakat yang merayakan Imlek memaknai buah jeruk Imlek bentuk simbol keharmonisan keluarga. Ini dapat dilihat buah dan daun jeruk Imlek lebat menyatu dan berdekatan, terlihat harmonis.

Seperti lazimnya rasa buah, jeruk ini ada yang manis dan asam. Di balik rasa manis-asam itu masyarakat Tionghoa memaknai bahwa dalam menjalankan hidup ini ada pahit manisnya. Ada suka duka, ada masa senang, dan ada masa susahnya. (591)