Taman Trigona, Sarana Wisata dan Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Senin, 10 Pebruari 2020, 22:40 WIB

Taman Trigona. | Sumber Foto:KLHK

AGRONET -- Taman Trigona, sarana edukasi dan wisata ilmiah budidaya lebah madu tanpa sengat (Stingless bee). Lokasinya  berada di Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok, Riau. Taman ini merupakan wujud konsep terintegrasi pembudidayaan lebah trigona berbasis alam yang menggabungkan aspek estetika dan edukasi.  

Kepala BP2TSTH Kuok, Priyo Kusumedi, pekan lalu, menjelaskan pembangunan Taman Trigona merupakan langkah awal program revitalisasi arboretum. Taman ini juga ditujukan untuk memberikan gambaran teknis budidaya lebah tanpa sengat.

Keberadaan Taman Trigona ini tentunya memiliki multiple effects untuk tim perlebahan dan manajemen BP2TSTH. Dengan tag line “Eco Edu Bee Farm”, taman ini merealisasikan teknis budidaya lebah yang ramah lingkungan.

Di taman ini, penggunaan pupuk kimia sangat minimal. Di samping itu dilakukan penanaman tanaman hias yang mudah ditemui dan diperbanyak. Dengan konsep ini diharapkan usaha budidaya lebah madu dapat dimulai dari rumah tangga sebagai mata pencarian tambahan, namun tetap menghasilkan madu berkualitas menuju madu organik. 

Taman Trigona terletak di samping gedung perpustakaan balai dan memiliki luasan sekitar 100m2. Saat ini taman telah terisi oleh beberapa jenis bunga dan perdu penghasil nektar dan pollen. Beberapa bunga, seperti dihunxanthos berbunga kuning (Xanthostemon chrysanthus), xanthos berbunga merah (Xhantostemon youngii), bunga seruni (Salvia coccinea), dan lainnya.

Pembangunan Taman Trigona telah memasuki fase kedua, yaitu pemeliharaan dan pengayaan jenis tanaman untuk pakan lebah trigona. Di taman ini, ada beberapa koleksi species trigona, antara lain Trigona itama, T.tharocica, T.laeviceps, dan T.apicalis.

Koleksi beberapa jenis trigona ini selain untuk edukasi, wisata ilmiah dan pelatihan juga diharapkan sebagai tempat konservasi species trigona yang ada di Sumatra. 

Balai yang secara khusus mendapatkan mandat untuk melaksanakan kegiatan Litbang di bidang perlebahan berupaya menghadirkan siklus budidaya lebah ternak yang terintegrasi. Hal ini dilatarbelakangi dengan seringnya mendapat permintaan untuk melaksanakan kegiatan alih teknologi mengenai teknis budidaya lebah penghasil madu. 

Pada tahun ini akan diupayakan pembangunan satu area lagi dengan peruntukan lebah bersengat dari jenis apis cerana dan apis melifera. Sehingga nantinya, selain menambah estetika, adanya taman-taman tersebut menjadi sarana edukasi budidaya lebah penghasil madu dan wisata ilmiah untuk penyuluh, masyarakat, maupun kelompok tani. (KLHK/591)