Sensasi Warung Cere Cisauk yang Unik dan Tersembunyi

Senin, 16 Maret 2020, 15:17 WIB

Menu Spesial Warung Cere Cisauk . | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- Bosan makan makanan siap saji  atau masakan resto yang itu-itu saja ? Saatnya mencoba menyantap makanan sederhana di tempat sederhana dengan sensasi yang berbeda, Warung Cere Cisauk Tangerang. Terletak di perbatasan antara Desa Kranggan, Kota Tangerang Selatan dan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Dari Puspitek Serpong kira-kira bisa di tempuh 15 menit.

Warung Cere Cisauk tersembunyi, tapi mudah ditemukan karena tempatnya yang unik. Bukan bangunan permanen, melainkan saung-saung dari bambu yang berada di tepi sungai Cisadane yang cukup menyejukan mata. Bukan tempat makan yang mewah. Namun, pelanggan bermobil yang datang cukup banyak. Warung Cere Cisauk dikenal dari mulut ke mulut karena tidak ada plang khusus yang menununjukkan letak warung ini dan tidak pernah ada promosi yang dilakukan.Warga sekitar mengenalnya dengan nama Saung Kartini.  

Di sini kita bisa mendapatkan sensasi pedesaan yang sebenarnya mulai dari lokasi yang berada di tengah belantara. Tidak hanya soal tempat makan yang unik, Warung Cere Cisauk juga menyediakan menu spesial. Hidangan utamanya berupa ikan segar dari Sungai Cisadane yang ditangkap di hari tersebut. Jadi menu yang di sajikan setiap harinya belum tentu sama. Dilengkapi sayuran serta lalapan yang dipetik langsung dari halaman warung.

BERITA TERKAIT

Ikan cere adalah jenis ikan kecil yang sering kita tangkap saat masih kecil. Ikan ini sering dijumpai di selokan-selokan atau di got. Nama ilmiah  ikan cere adalah gambusia affinis sering disebut juga ikan gupi, ikan seribu, ikan gambusia dan beberapa nama lainnya. Nelayan di Cisadane menyebut semua ikan kecil  yang tersisa dari hasil seleksi ikan-ikan yang bisa dijual ke pasar sebagai ikan cere. Jenis ikan inilah yang menjadi menu utama Warung Cere Cisauk,

Awalnya warung ini adalah warung makan bagi penduduk setempat. Karena terkenal enak dan murah. Maklum yang dijual ikan cere. Masyarakat dari sekitar Cisauk dan Serpong kemudian ikut datang menikmati menu yang disuguhkan. Bukan hanya dari masyarakat sekitar, makin hari pengunjung yang datang makin beragam yang berasal Jakarta Bogor dan Tangerang. Yang bermobilpun tak segan datang sekedar untuk makan ikan cere goreng. Jika hari Sabtu dan Minggu, lahan yang ada tak menampung lagi untuk parkir.  

Seiring dengan naiknya kelas ekonomi para pengunjung. Tidak lagi hanya ikan cere yang digoreng. Semua ikan hasil tangkapan nelayan ditampung Warung Cere dan siap disajikan.Ya ikan tawes, gurame, nila dan ikan-ikan lainnya. 

Gurihnya gorengan ikan memang enak disantap dengan nasi hangat. Namun, pemilik warung tidak hanya menyajikan menu itu saja. Ada pula sambal lezat yang dipadukan dengan lalapan. Menu lainnya berupa gorengan tahu, tempet dan banyak lain. Spesialnya lagi ada sayur asem yang membuat santapan makin menyegarkan.

Warung Cere Cisauk sangat cocok untuk keluarga. Saung yang disiapkan muat hingga 15 orang. Cara memesannya unik, Anda cukup katakan jumlah orang, maka pesanan Anda akan datang. Harga yang dibanderol cukup terjangkau. Per orang berkisar Rp17.000, Anda akan mendapatkan nasi, ikan, sambal, lalapan dan tahu tempe. Ikannya tak selalu cere, tergantung hasil tangkapan ikan hari itu.  

Dengan semakin ramainya pengunjung, Warung Cere Cisauk memberdayakan warga sekitar dengan memberi mereka kesempatan untuk ikut berjualan. Menawarkan aneka hasil kebun yaitu buah dan sayuran, makanan olahan seperti otak-otak dan gorengan serta hasil kerajinan. Mereka disediakan lokasi khusus di depan Warung, persis di area parkir.    

Cita rasa dan suasana yang ditawarkan warung berusia lebih dari 5 tahun ini, memang terbilang berbeda dari lainnya. Memasak makanannyapun masih dengan kayu bakar. Di Warung Cere Cisauk, kita bisa menikmati makan makanan desa, di lingkungan pedesaan di pinggir sungai dengan suasana persawahan asri, di pinggir kota Jakarta yang hingar bingar.

Bagi pecinta kuliner, selamat berburu dan selamat menikmati.

BERITA TERKAIT