Tunnel Garam Tlogopragoto, Inovasi dan Atraksi Wisata Baru di Kebumen

Jumat, 12 Pebruari 2021, 13:28 WIB

Tunnel Garam Tlogopragoto, Inovasi dan Atraksi Wisata Baru di Kebumen | Sumber Foto:Dok KKP

AGRONET -- Tunnel garam di Desa Tlopogragoto merupakan inovasi yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR). Inovasi tersebut berada di Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah.  Belajar garam sekaligus menikmati cara membuat garam di pantai selatan akan menjadi pengalaman baru.

Tunnel garam dikembangkan untuk meningkatkan volume produksi garam, kualitas, serta meningkatkan masa simpan garam menjadi lebih baik. Tak hanya itu, ternyata tunnel tersebut menjadi atraksi wisata baru di Kebumen yang berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar.

Rumah tunnel garam merupakan salah satu metode produksi garam yang memanfaatkan teknologi rumah kaca kristalisasi garam. Penerapan metode ini memungkinkan produksi garam dilakukan sepanjang tahun termasuk dalam musim penghujan. Produksi garam dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang ada dan menambahkan wadah tampungan dengan bantuan geoisolator dan penutup yang dirangkai seperti lorong/terowongan atau disebut dengan tunnel.

“Tempat tunnel juga bagus buat swafoto. Jadi, kalau ke Kebumen atau pantai selatan, mampir di tunnel garam Tlogopragoto ini jadi pilihan lain,” papar Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda.

Tunnel garam merupakan salah satu metode produksi garam yang menggunakan teknologi rumah kaca untuk kristalisasi garam. Metode ini sangat cocok dilakukan di semua musim, termasuk di musim hujan.

Produksi garam dapat dilakukan di lahan yang sudah tersedia. Petambak hanya perlu menambahkan wadah tampung dengan bantuan geoisolator dan penutup yang dirangkai seperti terowongan. Itu sebabnya inovasi ini disebut tunnel yang berarti terowongan.

Menurut Huda, daya tarik tunnel tersebut karena lokasinya yang berada di pinggir jalan dan hanya 30 menit dari bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA). Aktivitas produksi yang berlangsung di tunnel tersebut bisa menjadi pengalaman baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan.

Tunnel garam ini tentunya diharapkan dapat membawa kemajuan bagi kelompok masyarakat garam di Kebumen dan memicu pengembangan ekonomi di pantai selatan,” ujar Huda.

Tunnel dibangun pada 2020 oleh irektorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melalui Porgram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya. Total ada 40 unit tunnel yang dibangun di Desa Tlogopragoto.

“40 tunnel ini yang akan dijadikan meja garam oleh kelompok berjumlah 6 tunnel. Pengalaman yang sudah ada setiap tunnel meja garam dalam waktu 15 hari (termasuk di musim hujan) dapat dipanen 3,5 ton garam, seperti di foto,” terang Huda. Selain di Desa Tlogopragoto Kebumen, tunnel garam juga didirikan di Pidie Jaya, Cilacap, Gunungkidul, dan Tuban. (234)

 

BERITA TERKAIT