Sate Perawan yang Membuat Penasaran

Jumat, 28 Mei 2021, 13:37 WIB

Gantungan karkas di etalase dan nama | Sumber Foto:Dok AGRONET

AGRONET -- Para pelintas jalan dari Depok ke arah Cinere, Jakarta Selatan melalui Parung Bingung dan Meruyung, akan tercuri perhatiannya dengan dua hal yang menarik yakni  Masjid Kubah Emas dan Sate Perawan. Kebetulan pula lokasi keduanya berdekatan.

Masjid Kubah Emas, seperti diketahui adalah masjid megah dan indah dengan lima kubah yang dilapisi emas. Masjid yang didirikan oleh Dian Al Mahri ini mempunyai luas bangunan 8.000 meter persegi di atas lahan seluas 70 hektar. 

Sedangkan Sate Perawan, tidak jauh dari Masjid Kubah Emas mencuri perhatian orang yang lewat di Jalan Raya Meruyung, karena nampak asap tebal hingga ke jalan dan bau sate yang mengundang selera. Di etalase tergantung beberapa karkas kambing dan di depan tertera tulisan mencolok "Sate Perawan".  Nama itulah yang membuat orang penasaran dan bertanya-tanya.

Warung Sate Perawan menawarkan sate kambing muda sebagai menu utama.  Sate kambing bisa dipesan dengan bumbu kacang atau kecap. Seporsinya 10 tusuk. Per tusuknya ada 3 potong daging dengan ukuran per potong yang cukup besar. Sate kambingnya tampak menggugah selera. Bakarannya tampak sempurna. Potongan daging kambing muda yang tertusuk bilah bambu itu makin menggoda karena tenggelam dalam hitamnya kecap cair bertabur dengan potongan bawang merah, cabai rawit, dan tomat.

Dagingnya empuk ketika digigit dan memiliki citarasa manis. Ketika digulingkan pada bumbu kecap, sensasinya makin beragam. Tak cuma manis daging, tapi kuah kecap yang manis, asam, dan pedas menjadi satu. 

Selain empuk dan tidak berbau, Sate Perawan hanya menggunakan daging kambing tanpa lemak. Jadi Sate Perawan benar-benar hanya menyajikan daging disetiap masakannya, kecuali tengkleng dan sop yang memang ada tambahan daging dengan tulang.

Terkait empuknya daging dan nikmatnya sate, Achmad Zarkasih, Owner Sate Perawan menjelaskan bahwa sate olahan warungnya bisa empuk dan manis karena menggunakan kambing pilihan, saat diwawancara. Usia kambing yang dipotong di bawah lima bulan. Itulah alasannya, warungnya diberi nama Sate Perawan. Karena bahan bakunya kambing muda. Selain itu, kambingnya juga hanya makan rumput.

“Usia kambingnya menjadi perhatian utama, cara menyembelihnya pun tidak asal-asalan, jadi dagingnya itu empuk dan tidak berbau menyengat,” jelasnya. 

“Kebetulan saya ada rekanan peternak di daerah Bogor. Bibit kambing diberikan ke petani dan diminta memberikan pakan alami yaitu rumput. Setelah waktunya, kami ambil,” ujarnya lebih lanjut. Rahasia sate yang nikmat itu karena diolah dari daging dalam kondisi segar. Kambing yang disajikan di hari yang sama di hari dipotong.  

Dalam sehari kambing yang dipotong minimal 4 ekor sampai 6 ekor. Itupun karena terdampak pandemi, katanya. Sebelum Korona jumlah yang dipotong per hari bisa 8 ekor bahkan sampai 12 ekor kambing di akhir pekan. 

Masakan olahan daging kambing yang disediakan Sate Perawan beragam. Mulai dari sate kambing, sop, tongseng, gulai hingga tengkleng. Tak hanya kambing, Sate Perawan juga menyediakan sate ayam. Bumbu satenya tersedia racikan kecap dan juga kacang.

Tengkleng kambing Sate Perawan berbeda dengan tengkleng solo yang berkuah dan berwarna kuning. Tengkleng Sate Perawan cenderung kering. Semacam olahan daging kecap. Potongan tulang dalam tengkleng memiliki warna coklat mengkilat dengan aroma lada hitam yang sangat kuat. Citarasa pedas manis yang kuat Penggemar tulang, tentu akan tergoda mencicipinya.

Sate Perawan selalu ramai pembeli terutama di jam makan siang, menjelang jam pulang kantor, hingga malam hari. Terlebih di akhir pekan. Tak heran bila warung ini memiliki belasan karyawan.

“Kalau hari biasa, menunggu pesanannya tidak terlalu lama, tapi kalau akhir pekan bisa lebih lama lagi karena ramainya pembeli,” ujar Dinda, salah satu pelanggan Sate Perawan.

Meski menunggu agak lama, sepadan dengan rasa enak dan empuknya sate dan tengkleng. Penasaran? Datang saja dan rasakan sensasi empuknya sate perawan.(234)