Air, Papagarang dan Luna Maya

Minggu, 20 November 2022, 17:03 WIB

Pulau Papagarang merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang pengelolaan wisatanya menjadi kontroversi | Sumber Foto:Farid Gaban

AGRONET -- Pulau Papagarang di kawasan Teluk Labuan Bajo, Flores, tidak punya sumber air. Warga membeli air yang didatangkan dari Labuan Bajo, dua jam perjalanan dengan kapal.

Warga membayar Rp 400.000 untuk satu tanki air kapasitas 1.200 liter. Mereka memakainya untuk masak, cuci dan mandi, yang habis dalam dua pekan untuk satu keluarga.

Papagarang dihuni 400 kepala keluaraga, hampir seluruhnya anak-keturunan Suku Bajo yang mulai menetap di pulau ini sejak jauh sebelum Indonesia merdeka.

Warga yang mayoritas nelayan itu harus mengeluarkan setidaknya Rp 800.000 per bulan untuk air bersih, kebutuhan paling dasar.

Awal tahun ini, Kementerian BUMN memberi sumbangan mesin pengolah air laut dengan teknologi reverse-osmosis (SWRO). Menurut informasi yang diperoleh seorang tokoh setempat, harga mesin sekitar Rp 1,6 miliar.

Mesin dijalankan dengan bahan bakar solar.
Warga diminta membiayai operasional dengan membeli air bersih yang dihasilkan: Rp 10.000 mendapat 60 liter.

Namun, sudah 6 bulan mesin tidak lagi beroperasi karena kesulitan BBM; dan warga kembali harus membeli air yang datang dari Labuan Bajo.

Padahal, Labuan Bajo sendiri kesulitan air terutama setelah kota kecil ini sekarang dinobatkan jadi destinasi wisata "10 Bali Baru".

Sumber air utama Labuan Bajo adalah hutan di perbukitan sekitarnya. Salah satunya hutan Bowosie. Ironisnya, sekitar 400 hektar hutan ini sedang digunduli untuk dijadikan "kota baru" melayani investor. Orang kaya Jakarta, termasuk artis seperti Luna Maya, sudah menguasai lahan luas di sini.

Pekan lalu, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno berdiri di hutan perbukitan itu. Dalam akun instagramnya dia mengatakan bangga bisa menonton dari situ pesawat mendarat dan tinggal landas dari Bandara Labuhan Bajo.

Pohon-pohon di hutan itu kini sudah ditebangi untuk memberi jalan bagi hotel, resort, dan permukiman baru buat melayani pariwisata Komodo.

Pulau Papagarang merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang pengelolaan wisatanya menjadi kontroversi belakangan ini.

Papagarang tak jauh dari Pulau Rinca, tempat belum lama lalu Presiden Jokowi meresmikan "Taman Komodo" atau "Jurrassic Park"-nya Labuan Bajo.

Berkat itu antara lain, hotel dan resort Labuan Bajo sedang berkembang pesat untuk melayani wisata "Bali Baru" ini.

Dan belajar dari Bali, konsumsi air bersih wisatawan bisa lima kali lipat lebih banyak dari warga lokal. Tak hanya untuk minum, tapi juga untuk kolam renang dan golf course, misalnya.

Kita bisa membayangkan, kalau Labuan Bajo sendiri mengalami krisis air, bagaimana nasib orang Papagarang.

 

Sumber : Farid Gaban

BERITA TERKAIT