Sudah Coba Kopi Wine ?

Selasa, 15 Januari 2019, 21:18 WIB

Salah satu produk wine coffee yang ada di pasar Indonesia | Sumber Foto:Agronet

AGRONET – Minum kopi kini telah menjadi gaya hidup di Indonesia. Bahkan mengungguli minum teh. Hampir di setiap kota di Indonesia dapat dijumpai warung kopi hingga coffee shop yang menjadi ajang bercengkerama –khususnya anak muda-sambil minum kopi.

Di kota-kota besar di Indonesia, dapat dijumpai coffee shop dengan beraneka macam nama. Dari yang telah sangat dikenal seperti Starbucks, The Coffee Bean, Anomali Coffee, Filosofi Kopi, Tanamera Coffee, Maxx Cafe, hingga coffee shop lain yang tidak mau kalah menyuguhkan kopi dengan kualitas istimewa plus suasana cafe yang nyaman.

Kehadiran begitu banyak coffee shop di Indonesia tidak mengherankan. Selain hanya sekadar mengikuti gaya hidup, kopi memang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebut saja di Naggroe Aceh Darussalam. Di provinsi paling barat Indonesia ini, kehadiran warung di tengah masyarakat telah sejak lama ada.

Dibandingkan dengan negara lain, masyarakat Indonesia masih belum banyak mengonsumsi kopi. Dari data International Coffee Organization (ICO) tercatat bahwa negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa adalah yang terbanyak mengonsumsi kopi. Sedangkan negara penghasil kopi terbesar hingga kini masih dipegang oleh Brasil, dengan sekitar 80% produksinya adalah jenis arabika. Walaupun demikian, diperkirakan konsumsi kopi di Indonesia akan terus tumbuh rata-rata sekitar 8% per tahun.

Berbeda dengan Brasil, Indonesia justru lebih banyak menghasilkan kopi jenis robusta. Sekitar 80% produksi kopi dari Indonesia adalah robusta. Kopi jenis ini dihasilkan dari sentra kopi di Lampung, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jawa Tengah.

Di Indonesia, dapat dijumpai beragam jenis kopi seperti kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Kintamani, kopi Lanang, kopi Luwak, kopi Mandailing, kopi Flores, dan jenis lainnya. Beberapa di antaranya bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Kopi Mandailing misalnya, dapat dinikmati di cafe Starbucks kota Tokyo atau New York. Atau kopi Luwak, yang dinyatakan sebagai kopi termahal di dunia.

Dari sekian banyak jenis kopi yang beredar di Indonesia, ada satu kopi yang belakangan menarik perhatian. Wine coffee. Sebenarnya wine coffee bukan jenis baru di industri kopi. Wine coffee lebih tepatnya adalah jenis proses pascapanen yang menghasilkan rasa unik menyerupai aroma wine.

Aroma wine ini muncul karena waktu penjemuran yang lebih lama biasanya. Jika waktu menjemur biasanya sekitar 2 minggu, maka wine coffee dapat mencapai 90 hari. Menurut salah seorang pengrajin wine coffee, bahan baku terbaik adalah kopi arabica yang tumbuh di atas 1500 mdpl. Semakin tinggi pohon kopi tumbuh, maka getahnya akan semakin banyak dan kualitas fermentasinya pun akan semakin baik.

Pada saat proses penjemuran, kulit buah kopi tidak dikupas sehingga terjadi fermentasi alami. Ada pula yang menggunakan plastik untuk membungkus buah kopi saat menjemur. Proses fermentasi alami yang terjadi akan mengeluarkan aroma wine yang kemudian akan menempel pada biji kopi. Jadi, wine coffee dapat pula disebut dengan coffee fermented atau kopi yang mengalami proses fermentasi.

Rasa wine coffee yang unik ini banyak orang yang menyukainya. Bahkan wine coffee dari Indonesia telah diekspor ke Jepang, Eropa, dan Amerika. Harganya memang sedikit lebih mahal. Tapi, seimbang dengan rasanya yang mantap. (555)