Mie Kristal Rumput Laut, Pangan Alternatif dari Sektor Kelautan dan Perikanan

Senin, 16 November 2020, 09:55 WIB

Mie Kristal Rumput Laut, Pangan Alternatif dari Sektor Kelautan dan Perikanan | Sumber Foto:Dok KKP

AGRONET -- Menyajikan pangan alternatif dari hasil kelautan dan perikanan menjadi salah satu tekad Usup Supriatna, peserta program Inkubator Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) dari Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) - UPT Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP). Tekad tersebut semakin kuat setelah Usup melihat agar-agar strip hasil inovasi BBP3KP pada 2018.

“2018 saya minta diajari sama balai (BBP3KP) dan didampingi untuk produksi,” kata Usup, salah satu pembudidaya rumput laut di Karawang. Satu tahun berjalan, Usup telah mampu membuat agar-agar strip serta mulai memasarkan produknya tersebut. Kendati berhasil, produknya ini masih belum banyak dikenal masyarakat karena hanya dijual terbatas.

 

Namun peruntungannya berubah setelah dia menyulap agar strip menjadi mie kristal rumput laut kemasan cup. Ide tersebut muncul setelah dia mencampurkan bumbu mie instan ke dalam agar strip buatannya.

“Inspirasinya muncul pas saya lapar, nyobain agar stripnya saya kasih bumbu. Ternyata enak dan lebih praktis kalau kita jual kemasan cup,” urai pembudidaya rumput laut sejak 2006 ini.

Kemudian di awal 2020, produk mie kristal rumput laut buatan Usup mulai masuk ke sejumlah pameran. Pemasaran produk tersebut semakin luas setelah diminati oleh klinik kesehatan untuk ditawarkan ke sejumlah pelaku diet serta adanya kerjasama dengan agen di Majalengka, Cianjur hingga Medan.

Bahkan, saat pandemi Covid-19, permintaan atas produknya tersebut semakin meningkat. Perhari, Usup bisa memproduksi hingga 500 pieces.

“Saat awal-awal PSBB, kita kirim untuk klinik di Jakarta Selatan saja bisa 2.000 pieces per dua minggu,” katanya.

Agar produknya semakin menjangkau berbagai daerah, Usup pun bergabung dengan pasarlautindonesia.id dan mengikuti gerakan Bangga Buatan Indonesia. Dia berharap, usahanya semakin berkembang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

"Kita ingin besar dan membuka lapangan kerja, terutama untuk warga sekitar,” sambung Usup.

Peluang Usaha Pangan Alternatif

Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti mengapresiasi pengembangan inovasi produk BBP3KP oleh pelaku usaha yang tergabung dalam program Inbis Invapro KP. Menurutnya, inovasi sekaligus pengembangannya, diperlukan untuk menjawab persoalan pangan di Indonesia.

Dikatakannya, peringatan hari pangan sedunia, bisa menjadi momentum bagi pemanfaatan pangan alternatif.

“Sektor kelautan dan perikanan masih menyimpan banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pangan alternatif,” kata Artati.

Dia pun membuka kesempatan bagi masyarakat atau pelaku usaha lain untuk menerapkan atau mengembangkan inovasi para perekayasa BBP3KP. Artati memastikan, tim PDSPKP siap mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM untuk ikut berinovasi.

“Total inovasi balai kita ada sekitar 291, kita terbuka bagi masyarakat yang ingin menerapkan,” sambungnya.

Artati berharap, dengan semakin banyak hasil inovasi BBP3KP yang diterapkan, bisa mendukung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Apa yang dilakukan bapak Usup bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa sektor kelautan dan perikanan bisa menguatkan ketahanan pangan,” tandasnya.(234)