Gewang, Tanaman Multi Manfaat

Senin, 07 Desember 2020, 20:31 WIB

Tanaman Gewang (Corypha utan) merupakan tanaman palma yang multimanfaat, karena semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan. | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET -- Tanaman Gewang (Corypha utan) merupakan tanaman palma yang multimanfaat, karena semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Batang dapat menjadi substitusi tepung, biji gewang dapat dijadikan aksesoris dan juga sebagai penangkap ikan karena memiliki efek toksik yang tinggi. Tanaman gewang merupakan tumbuhan endemik dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan penting bagi masyarakat setempat.

Pelepah gewang digunakan sebagai pengisi pada dinding kayu gewang kerapatanya rendah. Saat ini gewang hanya dimanfaatkan sebagai dinding rumah sederhana dengan input teknologi yang sangat rendah. Masyarakat di NTT memanfaatkan gewang untuk sumber karbohidrat dan penghasil nira.

Balai Penelitian Tanaman Palma sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yakni Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) telah mengumpulkan plasma nutfah gewang dari NTT tersebut. Agar plasma nutfah dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan, karakter agronomi gewang perlu diketahui.

Karakterisasi tanaman gewang dilakukan pada 10 tandan buah dan dihitung koeffisien keragamannya (KK). Pengamatan dilakukan pada satu aksesi dari NTT sebanyak enam pohon. Pengamatan dilakukan pada musim kering pada saat gewang telah selesai berbuah.

BERITA TERKAIT

Hasil observasi menunjukkan nilai KK dari sebagian karakter tergolong tinggi kecuali karakter panjang tandan, berat tandan, dan jumlah anak tandan. Ketiga karakter tersebut memiliki KK yang tinggi karena bentuk dari kanopi pohon gewang kerucut sehingga ada variasi dalam ukuran tandan. Keragaman tertinggi ditunjukkan pada karakter berat tandan.

Fenologi bunga gewang termasuk bunga majemuk karena dalam satu tangka terdapat banyak bunga. Buah yang dihasilkan dari tandan berkisar ribuan. Jumlah tandan buah tanaman gewang berkisar 10 - 15 tandan. Buah gewang yang masak fisiologi berkisar 1 tahun yang ditandai dengan jatuhnya buah gewang dari tangkai tandan.

Koefisien keragaman pada ukuran buah tergolong rendah karena buah pada masing-masing tandan ukurannya bulat kecil dan sama dari semua tandan. Ukuran buah yang kecil kemungkinan kalau bunga dari tanaman gewang juga kecil dan menyerbuk sendiri karena dalam satu tangkai terdapat bunga jantan dan bunga betina.

Gewang memiliki potensi untuk dikembangkan karena dapat dijadikan bahan pangan atau pakan. Koefisien keragaman tinggi pada karakter panjang tandan, berat tandan dan jumlah anak tandan. Koefisien keragaman yang tinggi mencerminkan dalam satu populasi masih terdapat perbedaan sifat yang tinggi. (234/Bur)

BERITA TERKAIT