Kambing Kosta, Kambing Asli Indonesia yang Hampir Punah

Selasa, 06 Juli 2021, 18:57 WIB

Kambing Kosta, diperkirakan jumlah populasinya sudah semakin terbatas dan berada diambang kepunahan. | Sumber Foto:Dok BPTP Banten

AGRONET -- Kambing Kosta adalah salah satu kambing asli Indonesia. Kambing lokal adaptif dan tersebar di Provinsi Banten. Kambing Kosta terdaftar sebagai plasma nutfah Indonesia, kekayaan sumber daya genetik ternak lokal  yang harus dijaga kelestariannya. 

Kambing Kosta merupakan persilangan kambing lokal Indonesia yang biasa disebut dengan kambing kacang/kambing jawa dengan kambing khasmir yang tersebar di wilayah India. Saat ini kambing kosta dapat dijumpai di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Kambing Kosta, SDG Banten Asli

Salah satu ciri khas kambing Kosta adalah terdapat motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka. Selain itu terdapat bulu rewos pada bagian kaki belakang namun tidak sepanjang bulu rewos pada kambing ettawa.

Kambing Kosta memiliki sifat prolifik yaitu beranak lebih dari satu. Ciri khas Kambing Kosta meliputi: 1) warna bulu coklat tua sampai hitam, 2) hidung rata dan kadang ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Beberapa jenis sering dijumpai berwarna putih atau cokelat di area hidung. Kambing ini potensial sebagai ternak penghasil daging, sehingga arah pengembangannya tidak hanya menjaga spesies tetapi juga sebagai sumber pangan protein asal hewani.

Sifat adaptif kambing kosta sangat berpengaruh terhadap produktivitasnya. Umur birahi pertama berkisar 5-7 bulan. Mayoritas kambing kosta kawin secar alami dan umumnya Kambing Kosta betina kawin pada umur 6-8 bulan serta beranak pertama pada umur 11–14 bulan. Kambing Kosta mampu beranak sampai lebih dari 12-15 kali beranak, sehingga dapat menghasilkan anak lebih dari 24-45 anak/induk selama masa produksi. Sementara mortalitas anak sampai dewasa rendah.

Diperkirakan jumlah populasinya sudah semakin terbatas dan berada diambang kepunahan. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya mendapatkan pejantan Kosta di daerah sentra kambing tersebut. Koservasi in-situ merupakan alternatif paling baik karena melibatkan masyarakat peternak kambing. Untuk mengoptimalisasinya, maka pemberdayaan masyarakat peternak perlu ditingkatkan melalui penyuluhan dan sosialisasi.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten berupaya melestarikan kambing melalui kegiatan pengembangan Sumber Daya Genetik Asli di Provinsi Banten.(234)

BERITA TERKAIT