Mimpiku Untuk Negeriku

Senin, 26 Desember 2022, 11:09 WIB

Wayan Supadno | Sumber Foto:Dok. Pribadi

AGRONET -- Sangat saya sadari bahwa profesi saya hanyalah petani, peternak, pebisnis ecek - ecek dan formulator pupuk hayati Bio Extrim dan hormonal Hormax. Tapi jujur saya punya mimpi untuk negeriku ini. Legacy buah pikir untuk pemimpin dan pemikir (ilmuwan).

Tiada henti selalu lengket dalam ingatan. Sebuah pertanyaan mendasar, kenapa di negeri ini orang kaya hanya orang itu - itu saja ? Pada 100 orang terkaya Indonesia, maka 90 orang di dalamnya, kita tahu siapa saja orangnya.

Teramat saya yakini, bahwa yang punya pikiran dan mimpi serupa bukan saya sendiri saja. Pasti banyak sekali yang punya pertanyaan serupa dan strategi solusinya agar bukan orang itu saja yang kaya raya di Indonesia ini.

Makin memeras pikiran, mereka 100 orang terkaya Indonesia. Aset produktifnya makin menggurita. Bagai pohon besar berjejer hingga tanaman kecil bahkan rumput sekalipun sulit tumbuh, karena di mana - mana ternaungi olehnya, itu ibaratnya.

Terbayang oleh saya, jika Indonesia punya 10.000 orang lagi. Yang aset produktifnya sekaliber 100 orang terkaya di Indonesia tersebut. Lalu pajaknya juga triliunan/tahun. Mungkin APBN kita bukan hanya Rp 3.400 triliun. Bisa jadi 34.000 triliun.

Jika APBN Rp 34.000 triliun sekejap meniadakan stunting yang 24% saat ini. Kemiskininan yang hanya 26 juta dan pengangguran 11 jutaan orang. Tuntas semua. Maka Indonesia diteruskan anak cucu sehat cerdas siap bersaing karena non stunting.

Apalagi Presiden Jokowi punya visi jauh ke depan. Bernyali tinggi melawan Eropa dan Amerika dengan pola pikir jiwa _entrepreneur_ nya. Misal hilirisasi industri nikel, bauksit, silika, timah, tembaga, sawit, kelapa dan lainnya. Akan mendongkrak nilai tambah untuk Indonesia.

Sudah kalah sengketa di WTO hal stop ekspor nikel, masih mau stop ekspor bahan mentah lainnya. Menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia hebat, sangat dibutuhkan dunia. Konkretnya 2 tahun lalu dari nikel hanya Rp 40 triliun, saat ini di atas Rp 500 triliun untuk Indonesia.

Apalagi jika semua sudah bisa hilirisasi industrinya di dalam negeri semua komoditas yang selama ini diekspor bahan mentah. Jika rerata naiknya 10 kali lipatnya saja. Bisa dapat ribuan triliun/tahunnya. Belum dampak imbas positif lainnya, misal tenaga kerja terserap dan lainnya.

Lalu apa yang saya pikirkan, selaku petani dan peternak, agar Indonesia jadi terkuat di dunia tahun 2045 nantinya ?

1. Saat ini dana masyarakat parkir di bank minimal Rp 6.500 triliun. Jika bunga bank beban 2%/tahun hanya Rp 130 triliun saja per tahunnya. Hanya 10?ri biaya mengatasi pandemi covid 19 selama ini telah menghabiskan APBN Rp 1.300 triliun lebih. Anggaran serupa untuk membesarkan pengusaha menengah yang ada.

2. Andaikan peternak sapi pembibitan ( breeding ) yang bisa mengelola minimal 1.000 ekor maka dibebaskan dari bunga kredit bank. Dibantu oleh APBN. Sapi betina bunting impor. Jika ada 5.000 peternak setara 5 juta ekor sapi indukan. Anaknya 4 juta ekor, jantannya 2 juta ekor/tahun (50%). Nol impor sapi.

3. Andaikan petani tebu asal mau memberdayakan lahan terlantar di luar Jawa minimal 1.000 ha. Maka ditiadakan bunga bank seperti di luar negeri. Agar praktisi ekspansi investasinya. Merangsang lainnya agar jadi praktisi cipta lapangan kerja. Bukan jadi TKI. Jika 600 orang petani setara 600.000 ha, setara 4 juta ton/th. Nol impor gula.

Sumber :
Wayan Supadno

BERITA TERKAIT