Barata, Inovasi Teknologi Radar Perairan Indonesia

Jumat, 11 September 2020, 21:18 WIB

Bali Radar Ground Receiving Station (BARATA) merupakan satu-satunya stasiun bumi di Indonesia yang dapat menerima downlink langsung data RADARSAT-2 dan COSMO-SKYMED. | Sumber Foto:Dok KKP

AGRONET --  Sinergitas menjadi kekuatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjaga perairan Indonesia. Hal ini tercermin dalam keterlibatan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Jembrana, Bali, yang membantu Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) dari sisi monitoring melalui teknologi radar satelit.

Teknologi radar yang dimiliki BROL adalah Bali Radar Ground Receiving Station (BARATA). BARATA merupakan satu-satunya stasiun bumi di Indonesia yang dapat menerima downlink langsung data RADARSAT-2 dan COSMO-SKYMED. Proses tersebut memungkinkan keberadaan kapal-kapal pelaku Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dapat diketahui secara real-time, sehingga dapat segera ditindak lanjuti dengan upaya penangkapan. Pengaktifan stasiun bumi ini menjadi momentum sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain memantau aksi pencurian ikan, teknologi radar milik BROL juga dapat mendeteksi tumpahan minyak di perairan.

“Bahkan, teknologi radar Barata bisa membantu para nelayan meningkatkan hasil tangkapannya,” kata Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph.D., FRINA, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) KKP RI.

Melalui aplikasi Laut Nusantara, masyarakat KP khususnya nelayan, dapat menikmati kemudahan dan kecepatan akses informasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) serta informasi cuaca laut.

“Aplikasi Laut Nusantara merupakan bukti nyata hilirisasi dari riset unggulan yang telah dilakukan oleh BROL, untuk mendukung program KKP dalam hal inovasi riset dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan,” terang Sjarief.

Laut Nusantara memiliki fitur yang telah disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nelayan, dengan didukung data dan informasi dari BROL yang dapat mendukung kenyamanan, keamanan dan efektifitas nelayan dalam menangkap ikan.

"Teknologi dalam genggaman nelayan, sehingga aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan efisien," tegas Sjarief.(234)