Nasi Kuning Instan, Tunggu 5 Menit Siap Santap

Rabu, 07 Oktober 2020, 08:36 WIB

Produk nasi kuning instan Balitbangtan diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat yang mempunyai keterbatasan waktu dalam menyiapkan dan mengkonsumsi nasi kuning. | Sumber Foto:Dok Balitbangtan

AGRONET -- Sampai saat ini, beras tetap menjadi makanan pokok bagi 90% penduduk di Indonesia. Beras menjadi penyumbang kalori 52-55?n protein 45-48?gi penduduk Indonesia. Budaya makan nasi di Indonesia sangat kuat, bahkan sebagian masyarakat belum merasa makan bila tidak mengonsumsi nasi. Salah satu jenis diversifikasi olahan beras adalah nasi kuning instan.

Nasi kuning merupakan makanan khas dari Indonesia, terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit, santan, dan rempah-rempah sehingga memiliki rasa yang gurih dan legit jika dibandingkan dengan nasi putih. Proses pengolahan  nasi kuning  memerlukan waktu relatif lama, terutama pada tahap persiapan bumbu-bumbu.

Pada era industrialisasi, masyarakat dituntut untuk bergerak serba cepat, termasuk dalam menyajikan makanan. Hal ini berdampak pada pola konsumsi masyarakat yang cenderung memilih produk pangan yang praktis, cepat dan mudah dalam pengolahan, serta memiliki nilai gizi yang tinggi. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan proses instanisasi nasi kuning.

Proses instanisasi pangan dapat dilakukan dengan pengeringan, kadar air yang cukup tinggi dapat dikurangi sampai dibawah 15%. Keuntungan produk pangan instan, yaitu lebih praktis karena memiliki waktu penyajian dalam waktu yang relatif singkat.

BERITA TERKAIT

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui salah satu unit kerjanya membuat produk nasi kuning instan. Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry mengatakan, adanya produk nasi kuning instan diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat yang mempunyai keterbatasan waktu dalam menyiapkan dan mengkonsumsi nasi kuning.

“Selain itu ketersediaan produk nasi kuning instan dapat melestarikan keberadaan kuliner nasi instan serta dapat menekan kendala dalam penyimpanan dan distribusi,” lanjut Fadjry.

Produk nasi kuning instan memiliki beberapa keunggulan, yaitu proses produksi mudah, waktu rehidrasi singkat, dan sesuai untuk masyarakat modern yang ingin serba cepat. Nasi kuning instan dapat disajikan dengan mudah dan cepat, yaitu produk nasi instan dituangkan di dalam cup, ditambah air mendidih dengan perbandingan nasi instan: air sebanyak 1:4, diaduk dan cup ditutup rapat selama 5 menit. Air yang tersisa dari nasi, ditiriskan dan diamkan sejenak dalam keadaan tertutup, dan nasi kuning instan siap dihidangkan.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen) Dr. Prayudi Syamsuri mengatakan inovasi nasi kuning instan ini bisa jadi peluang usaha baru  bagi UKM. “Nasi kuning instan dapat diproduksi menggunakan peralatan yang sederhana, seperti rice cookerfreezer, dan oven pengering. Oleh karena itu, produk nasi kuning instan berpotensi untuk dikembangan pada skala UKM,” ujar Prayudi.

Nasi kuning instan dapat dipasarkan dalam dua jenis kemasan, yaitu kemasan pouch 200 gram dan kemasan cup 50 gram. Perhitungan menggunakan asumsi kapasitas produksi sebesar 10 kg. Berdasarkan hasil perhitungan harga jualnya, nasi instan kemasan 200 gram dapat dijual dengan harga Rp 16.517,- (asumsi profit 50%), sedangkan nasi instan kemasan 50 gram dapat dijual dengan harga Rp 5.555,- (asumsi profit 50%).

Tersedianya produk nasi kuning instan diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan makanan cepat saji, sehingga dapat membantu masyarakat perkotaan yang mempunyai keterbatasan waktu dalam menyiapkan makanan. Selain itu, produk nasi kuning instan dapat berfungsi sebagai logistik pangan darurat di daerah bencana maupun untuk perbekalan prajurit. (234/litbangtan-EGA)

BERITA TERKAIT